Sabtu, 9 Mei 2026

Pilah Sampah Dari Rumah, Kurangi Tonase dan Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Ilustrasi

batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam menggeliatkan kegiatan pilah sampah dari rumah. Kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuat sampah menjadi bernilai ekonomis.

Kepala DLH Batam Herman Rozie mengatakan pihaknya terus memassalkan kegiatan yang sudah dicanangkan sejak tahun lalu bersama Ketua TP PKK yang juga Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina. Kegiatan serupa akan digelar bergiliran di setiap kelurahan se-Kota Batam.

Peserta yang didominasi ibu-ibu sangat antusias mengikuti sosialisasi. Agar sosialisasi efektif, pihak DLH dan TP PKK menyisipkan sesi diskusi yang tentu saja dapat menambah wawasan peserta seputar pilah sampah dan manfaatnya.

“Untuk kegiatan hari ini, sudah berjalan dua hari. antusias ibu-ibu sangat bagus sekali, mereka semangat mendengarkan,” terang Herman, Rabu (9/3).

Seiring intensifnya kegiatan digelar, ia berharap pilah sampah menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat Batam. Selain ikut dalam upaya menciptakan Batam yang bersih, kegiatan ini juga mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita berharap nanti pilah sampah dari rumah ini sudah menjadi kebiasaan atau habbit masyarakat Kota Batam. Kebiasaan yang membudaya sehingga Batam suatu saat betul-betul bebas sampah,” pungkasnya.

Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Rida mengatakan kegiatan pilah sampah ini merupakan upaya pengurangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Meskipun belum banyak dampaknya, namun kegiatan yang bernilai ekonomis ini bisa dimassifkan ke depannya.

“Baru sekitar 0,7 persen pengurangan sampah dari kegiatan ini, tapi itu hanya yg dari bank sampah belum termasuk pemulung, lapak, dan pengepul,” kata dia.

Untuk kelompok masyarakat yang selama ini terdata sekitar 300 lebih kelompok. Namun karena pandemi. Selain itu untuk memudahkan masyarakat, DLH juga ada layanan jemput sampah tanpa berbayar.

Warga bisa langsung mengakses link http://bit.ly/SiPiKuLJemputSampah dari telepon pintar. Nanti petugas akan mengambil sampah yang sudah dipilah seperti botol plastik, bekas bungkusan berbagai keperluan tangga dan lainya.

Rida menambahkan, selain mengedukasi masyarakat, program ini juga memiliki keuntungan atau benefit. DLH sudah bekerja sama dengan pegadaian untuk mengkonversi sampah menjadi emas.

Tidak saja itu, kelompok bank sampah di setiap kelurahan bisa juga mengkonversi dalam bentuk sembako. Seperti kelompok bank sampah yang ada di Tembesi.

“Bahkan ada juga yang menyediakan layanan untuk bayar listrik atau air. Jadi banyak sekali benefit yang didapatkan dengan kegiatan pilah sampah dari rumah ini,” bebernya.

Rida menambahkan, kegiatan ini memang cukup bernilai ekonomis bagi ibu rumah tangga. Sedikit demi sedikit namun bisa memberikan manfaat yang luar biasa.

“Cukup membantu untuk meringankan kebutuhan dalam keluarga,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE