Kamis, 23 April 2026

Akui Edarkan Kupon Paket Sembako Fiktif, Oknum RT di Batuaji Tersangka

Berita Terkait

Warga menunjukkan kupon sembako palsu di Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (3/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Polsek Batuaji sudah menangkap Purnama Aji, pelaku penipuan paket sembako murah di wilayah Kecamatan Batuaji. Oknum Ketua RT aktif di Kelurahan Bukit Tempayan ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kepada polisi mengakui perbuatannya. Dia memang mengambil keuntungan dari masyarakat di Batuaji dengan cara menjual kupon paket sembako murah fiktif tersebut.

“Iya yang diedarkannya kupon sembako murah fiktif. Tak ada sembako sesungguhnya. Dia ambil uang dari masyarakat kemudian menghilang,” ujar Kanit Reksrim Polsek Batuaji Iptu Budi Santosa, Jumat (11/2).

Hingga siang kemarin tersangka masi dalam proses pemeriksaan pihak penyidik Polsek Batuaji. Terkait bagaimana dan siapa saja yang terlibat dengan aksi penipuan tersebut, Budi belum bisa berkomentar banyak sebab, pelaku belum sepenuhnya buka suara.

“Masih diperiksa, nanti kalau sudah rampung kita rilis resminya,” kata Budi lagi.

Terkait kedatangan warga yang jadi korban penipuan ke Polsek Batuaji, Kamis (11/3) lalu, Budi menjelaskan bahwa mereka hanya sekedar mempertanyakan pelaku yang dilaporkan sebelumnya. Terkait aduan terhadap Sw yang disebut sebagai kaki tangan dari Purnama Aji polisi belum menerimanya.

“Belum ada lagi, laporan masih yang pertama itu. Yang penting pelaku sudah kita amankan, nanti kita telusuri semuanya,” kata Budi.

Sebelumnya, ratusan warga di Kecamatan Batuaji jadi korban penipuan berkedok kupon paket sembako murah. Warga dibebani biaya sebesar Rp 60 ribu untuk satu kupon paket sembako yang berisikan beras, gula, minyak goreng, telur dan mie instan. Satu warga bisa membeli kupon lebih dari satu. Bahkan ada warga yang memborong hingga 30-an kupon. Kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta.

Kasus ini terkuak ketika warga mempertanyakan ke Sw, orang yang disebut sebut sebagai kaki tangan dari Purnama Aji namun tak ada kepastian. Warga akhirnya melapor ke Mapolsek Batuaji. (*)

Reporter : Eusebius Sara

UPDATE