
batampos – Animo wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura datang ke Batam mulai meningkat. Peningkatan ini ditandai dengan banyak pemesanan paket wisata setiap pekannya.
”Animo wisatawan mulai meningkat, kami sudah mulai sibuk kembali,” kata Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri, Eva Betty, kepada Batam Pos.
Ia mengatakan, sejak aturan berubah, wisman banyak yang bertanya ke agen-agen travel yang ada di Singapura maupun di Batam.
Bahkan tidak hanya sekadar bertanya, para wisman memastikan jadwal keberangkatannya menuju ke Batam atau Bintan.
”Mereka ini sudah booking, ada terdiri dari beberapa kelompok-kelompok kecil. Biasanya satu kelompok terdiri dari 8 hingga puluhan orang,” ujar Eva.
Ia juga mengatakan, beberapa waktu lalu, ada 20 orang dari Singapura memesan paket perjalanan liburan dan bermain golf.
Pemesanan paket perjalanan ini tidak hanya dari wisman, tapi juga dari para wisatawan Nusantara (wisnus) yang ingin berkunjung ke Singapura.
”Pemesanan paket perjalanan, tidak hanya dari Singapura tapi juga dari sini (Indonesia),” ucap Eva.
Eva mengakui, peningkatan ini dibarengi aturan perjalanan yang semakin mudah. Ia mencontohkan masyarakat dari luar Kepri, datang ke Batam hanya cukup membeli tiket pesawat.
Tanpa perlu mempersiapkan uang untuk tes antigen atau PCR. Begitu juga mereka yang akan melakukan perjalanan dari Batam ke Singapura, tidak perlu karantina sesampai di negeri jiran tersebut.
”Semuanya semakin mudah, sehingga meningkatkan minat wisman atau wisnus,” ucapnya.
Sementara ini, perjalanan ke Singapura tanpa karantina baru bisa melalui Pelabuhan Nongsapura atau Pelabuhan Lagoi.
Namun, Eva berharap aturan VTL ini bisa dinikmati semua pelabuhan internasional yang ada di Batam maupun Bintan.
”Harapan kami, kondisi semakin membaik. Sehingga pariwisata bisa bergairah kembali,” ujarnya.
Manajemen Nongsa Point Marina (NPM), Waktu Depari, mengaku melayani puluhan orang setiap pekannya. Ia berharap kondisi ini bisa terus membaik ke depannya.
”Saat ini turis menginap selama 4 atau 3 hari saja, sebab bebas visanya cuma 14 hari,” ujar Depari.
Alasan lainnya, penyebab pendeknya waktu kunjungan wisman salah satunya dikarenakan jadwal feri Batam Fast. Sampai saat ini, Batam Fast hanya melayani pelayaran dari Kamis-Minggu.
”Kadang turis datang Jumat, pulangnya Minggu. Menyesuaikan juga dengan jadwal feri,” pungkasnya.(*)
Reporter: Fiska Juanda

