
batampos – Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura semakin banyak yang memesan paket liburan dan golf di Batam. Pemesanan ini merupakan buah manis dari pemberlakuan Surat Edaran (SE) No 13 tahun 2021.
Palm Spring menjadi salah satu tempat golf yang merasakan manfaat dari aturan ini.
”Hari ini, kami memiliki tamu sebanyak 45 orang dari Singapura. Mereka wisman yang datang diprakarsai dan support Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Kepri. Kami juga mendapatkan booking-an 20 paket dalam beberapa pekan ke depan,” kata General Manager Palm Spring, Steven Japari.
Dari kegiatan para pegolf yang datang ke Batam, Palm Spring mendapatkan bagian di hari kedua dan ketiga. Hari pertama, mereka menjajal lapangan golf di Tering Bay.
”Kami senang, orang (turis) mulai ramai datang ke Batam,” ungkapnya.
SE No 13, kata Steven, adalah aturan yang baik. Sebab memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia pariwisata, khususnya di Batam. Ia mengatakan sebelum aturan travel bubble diterapkan, pariwisata Batam benar-benar hancur.
Berbagai tempat pariwisata hanya mengandalkan kunjungan dari wisatawan Nusantara. Lalu, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan travel bubble yang memudahkan datangnya wisman ke Batam.
Walaupun sudah bisa datang ke Batam, tapi wisman tidak dapat keluar dari kawasan travel bubble. Terkini, pemerintah mengeluarkan aturan terbaru, yakni SE 133 tahun 2021.
Aturan ini memungkinkan wisman menginap dan bermain golf di kawasan Nongsa, namun bisa makan di Nagoya atau daerah lainnya di Batam.
”Sekarang golfer sudah bisa shopping (belanja),” ujarnya.
Meskipun aturan semakin dipermudah, ia berharap ada relaksasi lain. Pasalnya, wisman saat pulang ke negara asalnya, masih tetap wajib menjalani tes swab.
”Kami berharap setidaknya hanya antigen saja, sebab sampai saat ini negaranya masih wajib swab test. Kami apresiasi langkah-langkah pemerintah. Semoga ke depan terus membaik lah, apalagi Malaysia akan membuka pintu mereka 1 April mendatang” tuturnya.
Salah seorang pegolf, Julie, mengapresiasi aturan yang dibuat Pemerintah Indonesia. Ia mengatakan, sebelum pandemi sering datang ke Batam untuk bermain golf.
Namun selama dua tahun ini, ia tidak bisa datang ke Batam. Ia datang ke Batam lagi setelah ada aturan travel bubble.
”Saya datang ke Batam untuk golf, karena selama pandemi saya tidak bisa datang. Tapi setelah dibuka, saya sangat senang. Termasuk semua temanku, semua datang ke Batam untuk main golf,” ujarnya, saat ditemui di sela-sela kegiatannya bermain golf di Palm Spring.(*)
Reporter: Fiska Juanda

