
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam kembali mengoperasikan ponton pelabuhan di Kecamatan Belakangpadang. Sebelumnya, ponton amblas setelah mengalami kerusakan, karena termakan usia.
Kepala Dishub Batam, Salim mengatakan karena melihat tingkat kebutuhan masyarakat yang menggunakan ponton, pihaknya memilih untuk memperbaiki dan memasang kembali ponton yang sempat mengalami kerusakan.
Solusi ini diambil sebagai langkah antisipasi, sambil menunggu selesainya proses lelang dan pembuatan lelang ponton yang baru. Ia menjelaskan sejak mengalami kerusakan, ponton ditutup karena dinilai membahayakan pengguna alat transportasi laut di Belakangpadang.
“Sempat kami alihkan, namun banyak masyarakat yang kesulitan, karena mereka harus menaiki tangga. Untuk itu kami ambil solusi sementara diperbaiki, dan digunakan kembali,” jelasnya.
Ia menyebutkan, bahwa dua ponton di pelabuhan rakyat ini memang sudah tak layak lagi karena sudah rusak dan selayaknya untuk diganti. Total anggaran yang digunakan untuk menganti dua ponton pelabuhan sebesar Rp4 miliar.
“Harus lelang konsultan dulu, nanti perhitungannya teknis konsultan perencanaan. Satu ponton pelabuhan anggarannya beda-beda, tapi totalnya Rp4 miliar,” ujarnya.
Salim memperkirakan, pengerjaan akan selesai Juni mendatang. Kedua ponton akan dikerjakan secara bersama. Sehingga untuk sementara pancung bisa bersandar di ponton yang lama dulu sembari menunggu ponton baru yang dirakit.
Camat Belakangpang, Yudi Admajianto menambahkan, ponton sedang proses lelang, karena sudah tidak layak lagi. Menurutnya, ponton tersebut merupakan sarana penting untuk mendukung aktivitas masyarakat pulau ke Batam.
“Ponton sedang proses lelang, pelaksanaannya Dishub Batam. Ponton pelabuhan itu sejak zaman Pak Nyat (Kadir), sekitar tahun 2000-an silam. Jadi sudah layak diganti baru,” ungkap Yudi. (*)
Reporter : YULITAVIA



