Sabtu, 9 Mei 2026

Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit Sisa 4 Orang

Berita Terkait

batampos – Empat orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Jumat (15/4). Sementara itu, sebanyak enam pasien Covid-19 lain menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kasus aktif di Batam saat ini sisa 10 orang,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Adapun empat pasien yang dirawat dirumah ini sebanyak dua orang diantaranya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, satu orang di Rumah Sakit Awal Bros dan satu lainnya di Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam sepanjang 24 jam terakhir, terdapat tambahan satu orang pasien sembuh atau selesai menjalani perawatan dan isolasi mandiri. Selain itu sepanjang 24 jam terkahir ini tak ada pasien baru.

“Hari ini pasien sembuh nambah satu orang lagi. Pasien baru dan pasien meninggal nol,” ungkap Didi.

Secara kumulatif, lanjut Didi, kasus aktif di Kota Batam berjumlah 30.958. Dimana sebanyak 30.038 kasus diantaranya selesai isolasi dan sembuh serta 910 lainnya meninggal dunia. Adapun tingkat kesembuhan saat ini berada di angka 97,02 persen. Tingkat kematian 2,939 persen, serta tingkat kasus aktif terus turun di angka 0,032 persen.

Didi menambahkan, jumlah kasus aktif di Batam terus mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari kerjasama semua pihak dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Batam. Selain itu, hal ini juga tak lepas dari kesadaran masyarakat Kota Batam akan pentingnya vaksinasi.

Dilanjutnya, Pemerintah Kota Batam terus berupaya menekan penyebaran Covid-19. Salah satu dengan menerapkan upaya penanganan Covid -19 melalui sistem tracing (melacak). Lewat sistem ini, diharap dapat memutus penyebaran Covid-19.

“Kita sudah lacak, dan pasien tidak ada riwayat berpergian ke luar kota,” tambahnya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, tersisa tujuh kelurahan yang zona kuning atau yang memiliki risiko penyebaran rendah. Sementara sisanya 57 kelurahan lainnya zona hijau.

“Meskipun telah melandai, prokes kesehatan kita imbau tetap dijalankan,” pungkas Didi. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

UPDATE