
batampos – Pemko Batam berencana mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus pangan. Bahkan saat ini, Pemko Batam telah melakukan lelang jabatan untuk Kepala BUMD Khusus Pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis, mengakui harga kebutuhan pangan di Kota Batam sulit dikendalikan. Hal itu lantaran Kota Batam bukanlah daerah penghasil.
”Maka yang menentukan harga itu daerah penghasil, bukan Batam. Makanya harganya sering naik turun,” ujar Mardanis.
Namun, ada beberapa jenis pangan yang harganya bisa dikendalikan, seperti cabai keriting hijau. Menurut Mardanis, harga komoditas tersebut kini di kisaran Rpp 20-25 ribu per kilogram (kg).
”Cabai hijau ada stok (hasil pertanian) dari Batam, sehari bisa menghasilkan 8 ton, itu lebih dari kebutuhan Batam. Makanya harganya bisa dikendalikan,” terang Mardanis.
Sedangkan untuk cabai merah, lanjut Mardanis, bukandari Batam. Karena itu, harganya bisa tiba-tiba naik drastis dan sebaliknya. Di Batam cabai merah hanya bisa dihasilkan 100 kg per hari.
”Sementara kebutuhan Batam itu 15 ton, tak cukuplah,” jelas Mardanis.
Karena itu, dalam waktu dekat Pemko Batam akan memiliki BUMD khusus pangan. Dimana, tugas dari BUMD itu akan mengendalikam harga-harga pangan di Kota Batam, meski bukan daerah penghasil.
”Sudah diusulkan, saat ini sedang lelang jabatan untuk BUMD. Tugasnya khusus pangan, sudah ada di beberapa daerah,” kata Mardanis.
Menurut dia, di beberapa daerah Indonesia, keberadaan BUMD khusus pangan ini sudah ada. Di antaranya daerah Pekanbaru dan Medan. Tugas mereka adalah mengawasi kebutuhan pangan dan menyuplai kebutuhan pangan.
”Jadi BUMD ini nanti tugasnya menyuplai seluruh pangan, namun hanya 20 persen dari kebutuhan Kota Batam. Kalau seluruhnya kasihan retailretail modern,” imbuh Mardanis.
Untuk harga-harga kebutuhan pangan yang saat ini melonjak, menurut Mardanis, terjadi karena faktor cuaca, serta permintaan yang tinggi. Namun, ia memastika bahwa stok bahan pangan di Kota Batam aman.
”Stok amàn, untuk harga yang memang sedang naik,” tegas Mardanis.(*)
Reporter: Yashinta



