
batampos – Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya aksi perang sarung, pihaknya melakuan patroli rutin setiap malam atau tepatnya setelah waktu Salat Tarwih. Kemudian, pihaknya mendatangi lokasi yang dianggap rawan.
“Fenomena perang sarung setelah Salat Tarwih memang sedang marak. Dan di kawasan Lubukbaja, pada awal Ramadan memang pernah ada laporan terjadi perang sarung ini,” ujar Budi, Jumat (15/4).
Budi menjelaskan dalam patroli rutin tersebut, pihaknya beberapa kali menemukan sekelompok remaja yang hendak berperang. Namun, kelompok tersebut dibubarkan dan diminta untuk pulang.
“Kita temukan (kelompok remaja) di Baloi. Tapi belum terlaksana perang sarung ini. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan adanya perang ini di wilahay Lubukbaja,” katanya.
Selain patroli, kata Budi, ia meminta kepada orangtua untuk memperingatinanaknya masing-masing. Seperti meminta anak untuk langsung pulang ke rumah setelah Salat Tarawih.
“Kepada masyarakat yang melihat perang sarung ini bisa langsung melaporkan kepada kita. Agar langsung kita datangi,” katanya.
Hal senada dikatakan Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal. Ia mengatakan untuk mencegah aksi perang sarung tersebut, pihaknya rutin melakukan patroli setiap malamnya.
“Setiap malamnya kita datangi lokasi yang dianggap rawan. Termasuk lokasi yang sering digunakan untuk balap liar,” katanya.
Sebelumnya, Polsek Bengkong menindak puluhan remaja yang melakukan perang sarung di depan Kantor Camat Bengkong, Kamis (8/4) malam. Kemudian remaja tersebut dibina dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
“Perang sarung ini tidak boleh dilakukan. Seain membahayakan diri sendiri, juga membhayakan orang lain,” tutupnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI

