
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi memperbolehkan pegawai yang ada di lingkungan Pemko Batam untuk mudik lebaran. Hal ini disampaikan karena kondisi Covid-19 yang terus membaik, serta didukung cuti yang cukup panjang.
“Silakan mudik. Tidak ada larangan lagi. Libur panjang silakan manfaatkan untuk pulang kampung. Karena sudah dua tahun ini ASN tidak diperbolehkan mudik,” kata dia, Rabu (27/4).
Rudi mengungkapkan dengan waktu cuti 29 April hingga 6 Mei, dirasa cukup untuk dimanfaatkan mudik lebaran oleh pegawai dan keluarganya. Terkait perpanjangan waktu cuti, menurutnya hal itu bisa diajukan kepada dinas yang mengurus soal ini.
Pemerintah Batam akan memberikan izin cuti jika didukung alasan yang bisa disetujui. Jika permintaan penambahan cuti dinilai mendesak dan harus dilakukan, hal itu diperbolehkan dan tidak akan ada kendala.
“Cuti sudah panjang waktunya. Saya rasa tidak tambah cuti pun tidak ada masalah. Namun jika dibutuhkan dan mendesak, nanti bagian kepegawaian yang akan mengaturnya,” sebut Kepala BP Batam ini.
Ia meminta kepada pegawai yang berencana mudik, untuk menyelesaikan tugas kepegawaian terlebih dahulu. Hal ini untuk mendukung kelancaran sistem di pemerintahan, terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik.
“Khusus untuk layanan kesehatan saya sudah perintahkan untuk diatur. Jangan sampai ada kelalaian saat cuti bersama nanti. Ini penting, karena menyangkut kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Rudi mengingatkan bagi ASN yang hendak mudik untuk menjaga protokol kesehatan. Hal ini guna melindungi dan ketika kembali ke Batam dalam keadaan sehat, tanpa membawa virus dari luar.
Perekmbangan kasus di daerah lain tidak bisa dipantau, untuk itu tolong jaga Protkes meskipun saat berada di luar Batam. Ada kekhawatiran lonjakan kasus, saat arus balik mendatang. Hal ini bisa terjadi, jika masyarakat lalai dan tidak peduli dengan Protkes.
“Kondisi saat ini sudah sangat baik. Jadi saya minta betul agar masker jangan dilepas, walaupun mudik ke kampung halaman. Saya ingin ketika arus balik, kasus Covid-19 tidak ada,” harapnya. (*)
Reporter : YULITAVIA

