
batampos – Penghapusan syarat antigen atau PCR untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) semakin memudahkan masyarakat untuk masuk atau berangkat dari Batam dan Singapura.
Namun begitu, hal tersebut tak langsung memicu lonjakan wisman dari Singapura maupun Malaysia ke Kepri. Masih ada satu persoalan, yakni pelabuhan utama di Singapura, HarbourFront belum dibuka. Selama ini hanya Pelabuhan Tanah Merah yang dibuka.
”Padahal penumpang lebih suka lewat HarbourFront karena jalurnya lebih dekat dan cepat sampai. Tapi sayangnya jalur ini belum dibuka,” ungkap General Manager Operasional Pelabuhan Internasional Feri Batam Center, Nika Astaga.
Sebelum pandemi, dua pelabuhan laut di Singapura dibuka, yakni yakni HarbourFront dan Tanah Merah. Karena itu, ia berharap HarbourFront dibuka kembali.
Nika yakin, jika HarbourFront dibuka, dipastikan akan membuat lonjakan penumpang. Apalagi syarat PPNL sudah dipermudah, baik yang datang maupun berangkat.
”Syarat sudah mudah, hanya perlu vaksin lengkap saja. Saya yakin kalau dibuka dua tujuan pelabuhan di Singapura itu, PPLN akan meningkat,” ujarnya.
Disinggung harga tiket yang masih tinggi, menurut Nika itu bukan ranahnya. Diakuinya itu masih menjadi keluhan penumpang karena naik lebih dari 100 persen.
”Nah, untuk harga tiket ini yang juga kami sayangkan. Infonya ketua DPRD mau menyelesaikan persoalan ini,” terang Nika.
Pantauan Batam Pos, di konter tiket tujuan Singapura, harga tiket sekali jalan Rp 500 ribu. Untuk perjalanan pulang pergi ke Singapura Rp 800 ribu.
Sedangkan untuk ke Stulang Laut atau Pasir Gudang, Malaysia, harga tiket Rp 350 ribu untuk sekali jalan. Untuk pulang pergi Rp 540 ribu (sudah termasuk dengan seaport tax).
”Untuk ke Malaysia, kami hanya menyediakan tiket untuk berangkat saja tak ada PP. Berangkat sekali sehari,” ujar salah satu penjaga konter tiket di pelabuhan tersebut.
Sementara itu, soal jumlah penumpang PPLN setelah kewajiban antigen/PCR dihapus, dikatakan Nika, masih normal. Seperti terlihat di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kamis (19/5/2022).
”Jumlahnya berkisar 1.000-1.400 penumpang per hari. Itu masuk kategori normal, belum ada lonjakan,” katanya.(*)
Reporter: Yashinta



