Senin, 16 Maret 2026

Pariwisata Kepri Makin Membaik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rombongan Young President Organization (YPO) Cabang Singapura tiba di Batam, Sabtu (4/6). Mereka memilih Kota Batam sebagai lokasi meeting atau menggelar pertemuan reguler. Foto: Disbudpar Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Harga tiket pesawat antar daerah di Indonesia yang masih sangat mahal memang menjadi pukulan telak pada sektor pariwisatra. Sebab, wisatawan nusantara (wisnus) berfikir dua kali untuk plesiran karena harus merogoh kocek lebih dalam.

Namun, kondisi ini tak terlalu berpengaruh pada Provinsi Kepri, khususnya Batam. Tingginya harga tiket tak menyurutkan wisnus datang ke Batam. Sebab ada nilai plusnya, ke Kepri khususnya Batam, bisa sekaligus plesiran ke Singapura dan Malaysia yang jaraknya sangat dekat dari Batam.

Kondisi inilah yang membuat sektor pariwisata di Kepri terus membaik. Kunjungan turis dari domestik maupun mancanegara beberapa bulan ini semakin meningkat.

BPS Kepri mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Kepri pada Maret 2022 sebanyak 1.363 wisman. Lalu, meningkat lagi di April 2022 menjadi 11.807 wisman.

Jika dibandingkan April 2021 hanya 248 wisman, terjadi peningkatan 4.660,89 persen.

Dari jumlah itu, terbanyak ke Batam. Badan Pusat Statistik (BPS) Batammencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Kota Batam sepanjang April 2022 sebanyak 8.149 kunjungan. Jumlah ini meningkat 718,99 persen jika dibanding wisman bulan sebelumnya yang hanya 995 kunjungan.

“Maret 2022 itu ada 995 kunjungan, meningkat menjadi 8.149 kunjungan pada April 2022. Wisman April ini menjadi paling tertinggi di sepanjang 2022. Meningkat 718,99 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujar Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto, Jumat (3/6).

Meningkatnya jumlah kunjungan wisman juga terlihat bila dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Dimana, kunjungan wisman April 2022 ini juga mengalami peningkatan sebesar 3.707,94 persen. Sementara April 2021 ada 347 kunjungan.

“Naiknya cukup signifikan, baik month to month, maupun year on year,” tambah Batam Rahmad.

Ia menambahkan, wisman yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan April 2022 masih didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura yang mencapai 51,76 persen dari jumlah wisman selama Januari 2022.

Meningkatnya jumlah wisman ini sebagai akibat telah dibukanya sejumlah pintu masuk ke Batam internasional sehingga berdampak pada industri pariwisata dan sektor-sektor pendukung lainnya.

Peningkatan kunjungan wisman ini lanjutnya, terjadi di semua pintu masuk yang ada di Batam yaitu Pelabuhan Ferry Batam Center, Bandara Hang Nadim, dan Pelabuhan Ferry Harbourbay.

Pada April 2022, jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Singapura ke Kota Batam 4.225 kunjungan, Malaysia 1.228 kunjungan, India 672 kunjungan, China 184 kunjungan, Australia 107 kunjungan, Philipina 96 kunjungan.

Selain itu, wismaan berkebangsaan Amerika Serikat sebanyak 93 kunjungan, Inggris 79 kunjungan, Prancis 35 kunjungan, Rusia tiga kunjungan.

“Dari 10 negara wisman terbanyak yang berkunjung ke Kota Batam tercatat wisman berkebangsaan Singapura merupakan yang paling banyak berkunjung ke Batam pada periode Januari-April 2022. Semua wisman mengalami kenaikan jumlah kunjungan pada April 2022 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” terangnya.

Wisman berkebangsaan Singapura ini mendominasi sebesar 51,76 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kota Batam. Selama bulan Januari-April 2022, kunjungan wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 5.027 kunjungan.

Jumlah kunjungan terbanyak kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 1.441 kunjungan atau 14,84 persen dari total kunjungan wisman ke Kota Batam selama Januari-April 2022.

Kunjungan terbanyak ketiga adalah wisman berkebangsaan India sebanyak 702 kunjungan atau 7,23 persen dari total keseluruhan.

Selanjutnya, untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau, BPS mencatat pada April 2022 rata-rata 27,21 persen atau turun 8,51 persen poin dibanding TPK Maret 2022 sebesar 35,72 persen.

“TPK hotel berbintang di Provinsi Kepri lebih rendah 7,02 persen poin dibanding dengan TPK hotel berbintang secara nasional, dimana rata-rata TPK Nasional sebesar 34,23 persen,” sebut Rahmad.

Selanjutnya, bila dilihat menurut klasifikasinya, TPK hotel berbintang 1 pada April 2022 mencapai 44,77 persen dan merupakan TPK tertinggi pada April 2022. Sedangkan TPK terendah April 2022 yaitu hotel bintang 2 hanya sebesar 22,29 persen.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisman ini juga diamini pelaku pariwisata. Salah satunya, ketua Nongsa Sensation, Andy Fong.

“Iya, semakin membaik, meski belum maksimal,” kata Andy, Jumat (3/6).

Ia mengatakan, jika dibandingkan dari Februari, peningkatan terasa itu di April dan Mei. Sepanjang Mei, Andy mengatakan setiap pekannya ada sebanyak 500 orang masuk Batam, melalui Pelabuhan Nongsapura. Belum termasuk pelabuhan lainnya.

“Mei ini ada sekitaran 2.000-an orang datang ke Nongsa Sensation,” ujar dia.

Andy mengatakan, untuk menarik wisman datang ke Nongsa, dilakukan berbagai cara. Salah satunya membuat acara-acara, seperti turnamen golf. Kegiatan ini cukup mumpuni mendatangkan wisman. Sebab dalam sekali kegiatan bisa menarik puluhan wisman datang ke Batam.

“Minggu ini ada kegiatan panahan di Palm Spring. Ada 100 orang direncanakan ikut, tidak hanya dari masyarakat sini saja, tapi juga dari Singapura, India, dan Malaysia,” ungkap Andy.

Kegiatan-kegiatan ini, kata Andy, cukup menarik turis datang ke Batam. “Tapi jika dibandingkan sebelum pandemi, masih belum maksimal,” ujarnya.

Kendala belum maksimal ini disebabkan berbagai faktor. Menurut Andy, salah satunya wisman masih diminta membeli asuransi perjalanan. Serta masih memberlakukan VoA untuk 72 negara.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Kepri, Eva Betty Siahaan mengatakan, kunjungan wisatawan domestik juga mengalami peningkatan. Setiap pekannya, ratusan orang datang ke Kepri.

Ia mengaku tidak memiliki data pasti. Tapi setiap perusahaan travel, setiap bulan bisa mendatangkan ratusan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kepri.

“Bukan satu perusahaan saja, di ASITA ada banyak perusahaan travel,” kata Eva.

Wisnus, kata Eva, tidak hanya rindu menikmati suasana di Kepri, khususnya Batam saja. Tapi juga, berpelesir ke Singapura.

“Kayak saya kemarin bawa 30 orang dari Semarang, 4 hari 3 malam di Batam. Seharinya itu jalan-jalan ke Singapura,” ungkap dia.

Eva tak memungkiri ramainya wisnus ke Batam disebabkan semakin mudahnya masuk ke Singapura. Tidak ada lagi PCR atau Antigen, baik masuk ke Singapura atau kembali ke Batam.

“Paket pariwisata domestik ke Kepri itu pasti selalu ada ke Singapuranya sehari atau dua hari,” kata Eva.

Saat ini, kata Eva, tiket kapal masih di kisaran Rp 800 ribu. Namun, harga tiket pesawat, ia nilai sudah mulai turun. “Jika dibandingkan saat lebaran, saat ini sudah turun,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan, para pelaku pariwisata harus tetap optimis. Kondisi ini akan segera membaik seperti sebelum pandemi.

“Sebab sudah banyak diskresi yang diberikan pemerintah,” ujar dia.

Sekarang ini, Buralimar meminta para pelaku pariwisata bagaimana mengemas paket pariwisata yang mereka jual, seperti pemberian diskon, voucher belanja, atau membuat kegiatan menarik.

“Harus sekreatif mungkin,” tutur Buralimar.

Ia juga mengatakan, setiap pelaku pariwisata harus konsisten. Kalender pariwisata yang sudah dibuat, kata Buralimar, wajib dijalankan dan digelar.

Sementara itu, sejumlah wisatawan masih berharap harga tiket kapal Batam-Singapura (sebaliknya) dan Batam-Malaysia (sebaliknya) bisa kembali normal. Sebab sampai saat ini, harga tiket perjalanan keluar negeri tersebut masih tinggi.

“Mau ke Singapura, ternyata harga tiket PP masih tinggi, Rp 800 ribu. Jauh banget dibanding dulu cuma Rp 300 ribu, itu sudah PP,” ujar Gery wisatawan nusantara (wisnus) dari Sumaterabarat yang berlibur ke Batam.

Gubernur Kepri, Ansar Achmad sangat bersyukur pemerintah telah membuka kembali pintu antar negara. Tak hanya itu, banyak kemudahan juga telah diberikan oleh pemerintah, diantaranya meniadakan tes PCR dan antigen untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPNL).

“Namun saat ini harga tiket yang mahal masih banyak dikeluhkan wisatawan. Begitu juga dengan pintu keluar masuk Singapura yang hanya satu, lewat Tanahmerah. Kami berharap pemerintah pusat bisa mendorong pintu Harbourfront dibuka,” imbuh Ansar.

Ia berharap dengan penyelesaian persoalan tersebut dapat membuat gairah pariwisata di Kepri segera membaik. Termasuk soal asuransi bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Kepri.

“Soalnya asuransi itu masih memberatkan bagi para wisatawan asing yang datang. Jumlah kunjungan wisatawan asing di Kepri nomor dua terbesar setelah Bali,” terang Ansar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sudah mengetahui terkait tingginya harga tiket feri Batam-Singapura. Ia pun telah melakukan pembicaraan bilateral untuk masalah tersebut.

“Isu-isu terkait harga tiket kapal feri ke Singapura yang mahal itu sudah kami bahas dalam pembicaraan bilateral,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Menteri ini.

Untuk diketahui kenaikan harga tiket kapal feri Batam-Singapura, Singapura-Batam membuat heboh warga Batam karena kenaikannya cukup tinggi.

Untuk harga tiket sekali pergi saat ini Rp 500 ribu dan PP Rp 800 ribu. Padahal sebelumnya harga tiket hanya Rp 300 ribu untuk PP, itu pun sudah include untuk harga seapotex dan asuransi. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA/RENGGA YULIANDRA

SALAM RAMADAN