
batampos – Aktifitas truk pengangkut tanah kembali disoroti pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung. Pasalnya aktifitas kendaraan ini mengakibatkan jalan jadi becek dan licin saat hujan, seperti hari ini, Selasa (7/6).
Jalan Brigjen Katamso dan jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji misalkan sangat berbahaya karena banyak ceceran tanah di sepanjang ruas jalan tersebut. Saat hujan cecaran tanah ini berubah jadi lumpur yang sangat licin.
Pemotor sering hilang kendali jika tidak hati-hati. Bahkan seorang ibu yang menjemput anaknya dari sekolah tergelincir di jalan Marina City simpang Polsek Batuaji. Meskipun kecelakaan tak parah namun ini sangat disoroti pengendara. Pengendara berharap agar instansi pemerintah ataupun penegak hukum terkait segera turun menertibkan aktifitas kendaraan proyek tersebut.
“Minimal dibersihkanlah tumpahan tanahnya. Kalau lewat jalan utama tutuplah bak muatan biar tak cecer tanah yang diangkut,” kata Roslinda, pengguna jalan Marina City, Selasa (7/6).
Pantauan di lapangan, aktifitas truk pengangkut tanah cukup padat di jalan wilayah Batuaji dan Sagulung dan ini sudah berlangsung cukup lama. Pengendara sebenarnya sudah berulang kali mengeluhkan namun belum ada tindakan yang berarti dan pihak terkait.
Jalan Tran Barelang hingga depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza juga demikian. Ceceran tanah sangat mengganggu kenyamanan pengendara. Saat musim panas berubah jadi debu yang menganggu pandang pengendara. Saat hujan jalan jadi licin dan berlumpur.
Aktifitas kendaraan proyek ini sepertinya tak putus. Setiap waktu terus beraktifitas tanpa memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Agus, seorang sopir truk pengangkut tanah menuturkan, aktifitas ini kendaraan proyek ini akan terus berjalan dalam jangka waktu yang panjang ke depannya. Itu karena masih banyak proyek pematangan lahan yang membutuhkan timbunan material tanah di Batuaji dan Sagulung.
“Kalau dihentikan pastinya akan menghambat pembangunan di Batam. Karena perumahan sekarang banyak yang membutuhkan penimbunan material tanah. Kami hanya pekerja yang digaji per trip. Kalau izin dan segalah macam bukan urusan kami,” ujarnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara



