
batampos – Aktivitas truk pengangkut tanah di kawasan Bagan, Seibeduk, kian meresahkan masyarakat. Selain melintas tanpa menggunakan terpal, truk-truk tersebut juga melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang minim penerangan.
Salah seorang warga, Amri, mengatakan kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Truknya sekarang ngebut-ngebut dan sering menyalip kendaraan lain,” ujarnya, Selasa (21/4).
Baca Juga: Tersangka Penggelapan Mobil Rental Ditangkap, Kerugian Korban di Batam Capai Ratusan Juta
Menurutnya, situasi semakin berisiko karena penerangan jalan yang terbatas. Hal ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat truk menyalip kendaraan lain di jalur yang sempit.
“Jalannya satu arah, kalau lampu kendaraan kecil, bisa saja ditabrak saat mereka menyalip,” katanya.
Amri berharap pemerintah dan aparat terkait segera mengambil tindakan agar aktivitas tersebut tidak membahayakan masyarakat.
“Sekarang jalannya juga penuh debu. Lama-lama bisa rusak dan berlubang,” ungkapnya.
Baca Juga: Jalan Gajah Mada akan Dibuka Kembali Setelah Fondasi Jalan Benar-benar Kuat
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Agung. Ia menilai aktivitas truk tanah tersebut sudah sangat meresahkan dan perlu segera ditertibkan.
“Paling tidak dikasih penerangan jalan dulu, lalu sopirnya diperingatkan agar tidak kebut-kebutan,” ujarnya.
Warga berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengatur operasional truk, termasuk penggunaan terpal dan pembatasan kecepatan, guna menjaga keselamatan pengguna jalan.(*)

