
batampos – Hari terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB), jumlah pendaftaran terus melandai. Seperti yang terlihat di SDN 10 Batam Kota. Di ruang panitia terlihat orangtua yang tengah mengantre, karena berkas mereka ditolak.
Ketua Panitia PPDB SDN 10 Batam Kota, Mukhtar mengatakan berkas yang ditolak karena ada kesalahan saat mengunggah persyaratan ke website pendaftaran. Untuk itu, orangtua mendatangi sekolah untuk meminta pertolongan petugas PPDB.
“Alhamdulillah dari hari pertama sampai hari ini semua berjalan lancar, tanpa kendala. Website pendaftaran lancar tanpa gangguan,” ujarnya, Jumat (10/6).
Hari terakhir pendaftaran ini, panitia menerima pengaduan orangtua yang mengalami kesulitan. Panitia membantu mendaftarkan anak ke website pendaftaran. Ada juga yang melapor berkasnya ditolak, sehingga perlu diperbaiki. Mukhtar menyampaikan selama pendaftaran semua keluhan ditampung dan dibantu penyelesainnya.
Berdasarkan berkas pendaftaran yang diterima panitia, usia calon peserta didik paling tua yang diterima adalah 9 tahun, sedangkan yang lainnya cukup banyak. Usia anak nanti akan dirunut berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang sudah dikeluarkan.
“Sistem hanya menerima berkas, jadi usia yang mendaftar itu mulai dari 6 tahun ada, 7 tahun ada juga, sampai lah 9 tahun,” kata dia.
Mukhtar menyebutkan untuk jumlah pendaftar sampai saat ini sudah mencapai 220 siswa, sedangkan kuota yang tersedia adalah lima rombongan belajar (Rombel) dengan jumlah siswa per kelas 36 anak.
“Total yang diterima 180 siswa dengan rincian 80 persen jalur zonasi, 15 persen afirmasi, dan 5 persen perpindahan orangtua,” imbuhnya.
Setelah ditutupnya pendaftaran, panitia akan melanjutkan tahap seleksi berkas pendaftaran. Siswa yang diterima adalah yang memenuhi persyaratan. Pengumuman akan disampaikan melalui nomor telepon milik orangtua, selain itu sekolah juga akan memasang pengumuman di sekolah.
“Kami berdoa semoga tidak ada kendala. Nanti bagi anak yang tidak diterima harap berlapang dada. Panitia akan berupaya menyeleksi sesuai dengan juknis yang ada,” tambah Mukhtar.
Ia mengakui pelaksanaan tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Jumlah orangtua yang ke sekolah juga tidak terlalu banyak. Penerapan sistem online memudahkan orangtua dan tidak harus mendatangi sekolah.
“Sejauh ini sangat memudahkan. Grafik pendaftaran juga terus menurun. Di hari pertama pendaftraran mencapai 170. Bahkan hari keempat hanya satu berkas yang kami terima,” ucapnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



