Minggu, 15 Maret 2026

Kapal Pengangkut PMI Ilegal Tenggelam: 23 Orang Selamat, 7 Hilang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban selamat langsung dievakuasi speed milik Lanal Batam

batampos – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Batam Kolonel Laut (KH) Farid Maruf membenarkan adanya kecelakaan speedboat pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Kecelakaan itu terjadi di sekitar Perairan Pulau Putri, Nongsa pada Kamis (16/6) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

“Kita mendapatkan informasi, dan menemukan korban. Kemudian kita menangani 23 PMI ilegal ini, dan kita dalami lebih lanjut,” ujar Farid di Mako Lanal Batam, Batuampar.

Farid menjelaskan proses evakuasi berlangsung hingga pukul 00.13 WIB. Dari keterangan PMI tersebut mereka berasal dari Lombok dan akan dikirim ke Malaysia.

“Mereka (korban) dari Lombok dan tidak tau apa-apa, tidak tau dibawa kemana. Tau-tau kecelakaan di laut,” katanya.

Baca Juga: Tabrak Kayu, Speed Pengangkut TKI Tenggelam di Perairan Pulau Putri Batam

Farid menjelaskan usai mengevakuasi 23 korban, pihaknya langsung memberikan penanganan medis. Kemudian menyerahkan korban ke BP2PMI.

“Kita tekankan, kegiatan ini berbahaya. Maka kita lakukan upaya-upaya patroli laut bersama,” ungkapnya.

Informasi yang didapatkan, kecelakaan speedboat terjadi di Perairan Pulau Putri, Nongsa. Kapal ini mengangkut 30 orang PMI ilegal asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan tujuan Malaysia.

Kapal dengan mesin 200PKx2 ini mengalami kecelakaan akibat menabrak kayu saat akan berangkat. Akibatnya, 7 orang PMI dinyatakan hilang.

“Dari laporan ada 30 PMI dan ada 1 orang perempuan. Kita masih melakukan pencarian korban yang hilang,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Slamet Riyadi.

Sebelumnya dilaporkan, satu unit speedboat yang mengangkut sekitar 30 tenaga kerja Indonesia (TKI) menabrak kayu hingga sepeed tenggalam di perairan Pulau Putri Batam, Kamis (16/6) sekitar pukul 19.30 WIB.

Dari rilis Lanal Batam yang diterima batampos.co.id, tenggelamnya speedboat pengangkut TKI ini diketahui Intel Lantamal IV berkat informasi dari Iwan, nelayan yang saat itu menebar jaring di sekitar kejadian. Dari rilis itu, diketahui, selain memberitahukan kejadian tersebut kepada TNI AL, Iwan juga langsung turun melakukan pertolongan kepada para korban.

Begitu mengetahui kejadian, tim rekasi cepat dari Lanal Batam langusng turun ke lokasi. Saat melakukan pencarian, tim SAR RHIB 02 berhasil menemukan 16 orang TKI yang sudah ada di speed nelayan. Selanjutnya para TKI itu langsung dibawa ke dermaga 99 yang selanjutnya dibawa ke Mako Lanal. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

SALAM RAMADAN