Selasa, 17 Maret 2026

Ceceran Tanah Sebabkan Jalan Becek dan Licin di Batuaji dan Sagulung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tanah yang berjatuhan dari truk pengangkut tanah di jalan marina city.

batampos – Aktifitas truk pengangkut material tanah kembali disoroti pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung. Pasalnya aktifitas kendaraan ini sebabkan jalan jadi becek dan licin sepanjang musim hujan ini.

Jalan Brigjen Katamso dan jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji, misalkan sangat berbahaya karena banyak ceceran tanah di sepanjang ruas jalan tersebut. Saat hujan kemarin ceceran tanah ini berubah menjadi lumpur yang sangat licin. Pemotor sering hilang kendali jika tidak hati-hati.

Bahkan seorang ibu yang menjemput anaknya dari sekolah tergelincir di jalan Marina City simpang Polsek Batuaji. Meskipun kecelakaan tak parah namun ini sangat disoroti pengendara. Pengendara berharap agar instansi pemerintah ataupun penegak hukum terkait segera turun menertibkan aktifitas kendaraan proyek tersebut.

“Minimal dibersihkanlah tumpahan tanahnya. Kalau lewat jalan utama tutuplah bak muatan biar tak cecer tanah yang diangkut,” kata Anwar, warga Batuaji.

Pantauan di lapangan, aktifitas truk pengangkut tanah cukup padat di jalan wilayah Batuaji dan Sagulung dan ini sudah berlangsung cukup lama. Pengendara sebenarnya sudah berulang kali komplain namun belum ada tindakan yang berarti dan pihak terkait.

Jalan Trans Barelang hingga depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza juga demikian. Ceceran tanah sangat mengganggu kenyamanan pengendara. Saat musim panas berubah jadi debu yang menganggu pandang pengendara. Saat hujan jalan jadi licin dan berlumpur.

Agus, seorang sopir truk pengangkut tanah menuturkan, aktifitas kendaraan proyek ini akan terus berjalan dalam jangka waktu yang panjang ke depannya. Itu karena masih banyak proyek pematangan lahan yang membutuhkan timbunan material tanah di Batuaji dan Sagulung.

“Kalau dihentikan pastinya akan menghambat pembangunan di Batam. Karena perumahan sekarang banyak yang membutuhkan penimbunan material tanah. Kami hanya pekerja yang digaji per trip. Kalau izin dan segala macam bukan urusan kami,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN