
batampos – Harga sayur di sejumlah pasar di Kota Batam kembali naik. Hal ini dikarenakan pasokan sayur ke para pedagang menurun dan stok menipis.
Pedagang sayur di pasar Fanindo, Jeni, mengatakan, sayuran lokal ataupun yang didatangkan dari luar jumlahnya sangat sedikit selama sepekan terakhir.
“Mulai kurang (stok sayuran) karena musim hujan terus. Petani gagal panen,” katanya.
Arnold, petani sayur di Marina, mengatakan, kenaikan harga tidak hanya karena gagal panen tapi juga mahalnya harga pupuk. Karena itu lanjutnya mereka mau tidka mau harus menaikkan harga jual kepada pedagang di pasar.
“Agar seimbang dengan pengeluaran,” tuturnya.
Menurutnya, sebagian petani bahkan sudah menyerah dan tidak menanam sayur lagi karena dua faktor tersebut.
Biaya pembelian bibit dan perawatan lanjutnya, tidak sebanding dengan hasil panen.
“(Sayuran) yang dipanen sekarang ini tak balik modal juga. Hitung-hitungan sudah tak masuk lagi (tak ada keuntungan). Makanya sekarang pada berhenti tanam sayur. Pupuk mahal, belum lagi faktor cuaca jadi memang tak bisa dipaksakan,” ujarnya.
Pantauan Batam Pos disejumlah pasar, saat ini harga sayur Bayam dan sawi yang sempat turun ke angka belasan ribu rupiah pekan lalu kini kembali naik ke angka Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu perkilogram.
Begitu juga dengan kangkung, kol dan sejenisnya. Kini kembali naik ke angka belasan ribu perkilogram. Pekan sebelumnya kangkung sempat turun hingga Rp 8 ribu perkilogram.(*)
Reporter: Eusebius Sara



