
batampos – Pelaksanaan PPDB SMA sederajat untuk kuota zonasi tinggal sehari lagi. Para orangtua yang anaknya sudah mendaftar was-was jika buah hatinya tidak lolos PPDB.
Mimah, warga MKGR Batuaji yang anaknya tidak lolos PPDB SMKN 1 Batam, mengatakan, dirinya tidak mampu untuk membiayai buah hatinya jika harus menimba ilmu di sekolah swasta.
“Tak sanggup kalau ke swasta. Suami sudah lama menganggur. Sekarang bertahan dengan kerja serabutan. Kadang kurir, kadang tukang bangunan. Tak jelas penghasilannya,” ujarnya.
Mimah dan puluhan orangtua lainnya berharap ada kebijakan yang tepat dari pemerintah agar pendidikan lanjutan anak-anak mereka tidak terlalu makan biaya ditengah himpitan ekonomi.
Data dari beberapa sekolah menunjukan akan banyak siswa yang tidak terakomodir dalam PPDB. PPDB yang sedang berjalan ini umumnya sudah menerima berkas pendaftaran di atas seribuan berkas.
Padahal kuota daya tampung kisaran 200 hingga 400 siswa dalam satu sekolah. Sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi Kepri juga memprediksi ada sekitar delapan ribu siswa yang tidak terakomodir di SMA dan SMK Negeri.
Ini tentunya jadi masalah bagi mereka yang tidak terakomodir sebab banyak orangtua yang mengaku tak mampu untuk melanjutkannya pendidikan anak-anak mereka ke sekolah swasta.(*)
Reporter: Eusebius Sara



