
batampos – Satu pasien terakhir terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh, Selasa (5/7). Sebagaimana dilaporkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, pasien terakhir yang menderita Covid-19 dan dirawat, sudah keluar dari Rumah Sakit. Itu artinya saat ini Kota Batam telah kembali ke zona hijau atau nol kasus aktif Covid-19.
“Ya, hari ini satu pasien sembuh dan Kota Batam kembali nol kasus Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, kemarin.
Kembalinya Batam ke zona hijau ini tentu saja menjadi angin segar bagi masyarakat Kota Batam. Sebab, sudah hampir tiga tahun Batam dilanda virus asal Wuhan tersebut yang menjadikan segala sektor terutama sektor ekonomi terdampak langsung.
Batam menjadi zona hijau juga sudah yang ketiga kali sejak pandemi melanda Batam. Sebelumnya, kasus nol Covid terjadi di awal tahun 2021 lalu dan selanjutnya di pertengahan tahun 2021 kemarin. Setelah itu kasus kembali naik seiring munculnya virus jenis baru Omicron. Bahkan angkanya meningkat signifikan sampai ratusan orang per hari.
Kasus ini melandai seiring ditingkatkannya tracing di masyarakat. Mereka yang terkonfirmasi langsung didata dan diisolasi agar tidak menyebar. Selanjutnya mulailah di awal tahun 2022 ini kasus menjadi turun hingga pada Selasa 5 Juli 2022 kasus aktif Covid-19 di Kota Batam terkonfirmasi nol.
Diketahui, sejak pertama kali dilanda Pandemi Covid-19, jumlah kasus aktif di Batam berjumlah 30.984 orang. Dimana 30.067 orang dinyatakan sembuh dan 917 lain dinyatakan meninggal dunia.
Didi menyebutkan, secara kumulatif total kasus aktif di Batam berjumlah 30.984 orang. Sedangkan pasien sembuh berjumlah 30065 orang atau 97 persen dan pasien meninggal berjumlah 917 orang.
Didi melanjutkan, melandainya penambahan terkonfirmasi Covid-19 juga berimbas pada posisi bangsal isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Batam yang tidak terisi pasien atau sekian persen dari 1.791 tempat tidur yang disediakan.
“Kapasitas rumah sakit di Batam ada 1.791 tempat tidur dan 460 tempat tidur di RSKI Galang. Totalnya sebanyak 2.151 tempat tidur,” ucap Didi.
Ia berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah ada pelonggaran pemakaian masker. Mencuci tangan dan menjaga jarak, sebaiknya tetap dilakukan. “Kami minta protokol hidup saat tetap dilaksanakan dan tetap mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



