Jumat, 13 Maret 2026

Mengenal Bunga Silat sebagai Penyambut Tamu di Tanah Melayu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tarian bunga silat, yang merupakan gerakan menyerupai pencak silat yang diperagakan untuk menyambut tamu. Foto: Disbudpar Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Ada yang unik dalam tradisi penyambutan tamu di Bumi Melayu ini. Selain menyajikan Tari Persembahan yang cukup sering ditampilkan dalam berbagai acara, ada juga penyambutan yang dibalut dalam seni menyerupai bela diri.

Adalah bunga silat, yang merupakan gerakan menyerupai pencak silat yang diperagakan untuk menyambut tamu.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Muhamad Zen, mengatakan, ada perbedaan antara bunga silat dengan pencak silat.

Menurut Zen, pencak silat adalah ilmu bela diri yang digunakan untuk mempertahankan diri. Sedangkan bunga silat, adalah gerakan-gerakan atraktif menyerupai silat yang memadukan kelenturan tangan, badan dan kaki serta dengan kuda-kuda tertentu.

“Bunga silat yang ditampilkan untuk menyambut tamu itu bukan silat untuk berkelahi, melainkan lebih ke arah menari, gerakannya lebih lembut seperti tari,” tutur Zen, Selasa (5/7/2022).

Adapun, bunga silat ini ada beberapa jenisnya, antara lain kuntau, sendeng dan pengian. Dalam bunga silat pengian, badan penari silat cenderung berjongkok dengan kuda-kuda yang tak tegak.

Gerakannya juga tidak menendang kaki atau berjingkrak, karena hal itu merupakan pantangan.

Ia mencontohkan, atraksi bunga silat pernah ditampilkan untuk menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, yang datang ke destinasi wisata Kampung Manggrove Pandang Tak Jemu di Nongsa, Kota Batam, awal Juni lalu.

“Saat menyambut Menparekraf, bunga silat yang ditampilkan adalah jenis pengian ini,” sebutnya.

Pada bunga silat, penampil akan memakai ikat kepala dan berbusana adat untuk silat, dengan panjang lengan sampai siku serta celana sebetis.

Atraksi ini bisa dilakukan oleh satu maupun dua orang berpasangan, yang kadang dapat menampilkan gerakan secara bergantian.

“Penampilan mereka juga dapat diiringi musik untuk silat, terdiri dari dua alat musik berupa gendang panjang (gendang ibu dan anak), gong, dan serunai,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Penelitian dan Penulisan Adat Istiadat Melayu dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam tersebut.

Selain menyambut tamu, Zen melanjutkan, bunga silat juga dapat ditampilkan saat acara pernikahan. Tepatnya, pertunjukan dilakukan di depan pengantin setelah berarak.

“Kalau ditampilkan untuk menyambut tamu, bunga silat dimaknai sebagai pemberi rasa aman atau terjamin keselamatan tamu tersebut. Sedangkan di acara pernikahan, bermakna pesan kepada pengantin agar selalu kuat dalam menjaga keluarganya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, pihaknya berupaya menjaga agar tradisi seperti bunga silat ini tetap lestari. Salah satu caranya, menampilkannya di berbagai kegiatan kebudayaan maupun pariwisata di kota ini.

“Berbicara tentang budaya, ada hal yang perlu diketahui masyarakat yakni pemajuan dan pelestarian. Acuannya, dari sepuluh Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Batam,” katanya.

Adapun, 10 PPKD tersebut yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Wujud dari pelestarian tersebut yakni upaya untuk mempertahankan supaya budaya tetap sebagaimana adanya.

Sedangkan pemajuan sebagai upaya meningkatkan ketahanan budaya melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

“Barang yang dulu ada sekarang tidak ada, dimunculkan. Kemudian, pemajuan itu setelah muncul, apakah dipakai orang atau tidak. Makanya, pemajuan ini didahului pelestarian,” tutupnya.(*)

Reporter: Ratna Irtatik

SALAM RAMADAN