Senin, 11 Mei 2026

ACT Batam Hentikan Donasi, Tapi Bantuan ke Masyarakat Tetap Berjalan

Berita Terkait

Ilustrasi kegiatan ACT di Provinsi Kepulauan Riau tahun lalu. Foto: ACT Kepri untuk batampos.co.id

batampos – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Batam masih tetap beroperasi, meskipun tidak lagi mengumpulkan donasi. Kegiatan ACT Batam menyelesaikan amanah yang selama ini disalurkan melalui ACT.

Ada beberapa program ACT Batam yang sedang berjalan seperti pembagian makanan dan sembako. Pejabat PLT Branch manager Batam ACT, Nofran mengatakan jajaran ACT tetap bergerak membantu masyarakat.

“Sudah menjadi amanah,” kata Nofran, Kamis (7/7).

Ia mengatakan biasa dari pagi hingga siang, anggota ACT Batam sudah tidak lagi berkantor. Tapi, sejak pergolakan kasus ACT di Jakarta, banyak anggota ACT Batam hanya duduk di kantor dan tidak keluar. Hal ini merupakan dampak dari keputusan dari Kemensos.

Suasana kantor ACT tampak ramai, ada beberapa anggota yang sedang bercengkrama. Saat diwawancarai Batam Pos, Nofran didampingi beberapa orang anggota ACT.

“Saat ini, (kasus ACT di Jakarta) sedang dibenahi dan diselesaikan. Beberapa teman ada yang support kami,” ujarnya

Ia mengatakan ACT Batam akan mematuhi dan memenuhi yang sudah menjadi ketentuan pemerintah, salah satunya tidak diperbolehkan melakukan penggalangan dana.

“Ada bantuan yang sudah dari kemarin diserahkan ke kami, karena ini amanah makanya kami tetap menyalurkannya,” ungkapnya.

Saat ditanya program dalam waktu dekat? Nofran mengaku masih menunggu arahan dari ACT pusat. Namun, jajaran anggota ACT nantinya akan mengelola kegiatan kurban.

“Saya hanya minta doa masyarakat, agar permasalahan ini segera selesai,” ujar Nofran.

Ia mengaku banyak donatur yang bertanya-tanya mengenai kasus ini. Namun, Nofran hanya bisa menjawab menunggu arahan dari ACT pusat.

Nofran mengatakan belum ada memikirkan program-program apa yang akan dilaksanakan ke depan. Sebab, biasanya ACT selalu full program hingga akhir tahun.

“Kami masih meraba-raba dulu,” ucapnya. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE