
batampos – Warga Kota Batam mengeluhkan proyek pelebaran jalan dan pembangunan drainase DAM Baloi di Jalan Yos Sudarso tepatnya di depan Direktorat Kantor Pajak Wilayah Provinsi Kepri karena menyebabkan ruas jalan macet disetiap jam-jam sibuk.
“Kalau pagi dan sore, macetnya selalu panjang. Penyebabnya itu karena jalannya belum rata, gelombang. Jadi kecepatan harus lambat,” ujar Tomi, warga Baloi Kolam.
Ia menjelaskan selain menimbulkan macet, ruas jalan ini pada siang hari dipenuhi debu. Sedangkan saat kondisi hujan, digenangi air.
“Sudah berbulan-bulan yang lewat sini makan debu. Pas hujan juga becek, digenangi air. Mungkin karena drainasenya belum lancar,” kata pria 27 tahun ini.
Menurut dia, pengerjaan proyak ini hanya dikerjakan pada pagi hingga sore hari. Ia berharap pembangunan ini dapat diselesaikan dengan waktu yang cepat atau sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
“Pekerjaan pas jam sibuk makanya selalu macet. Bagusnya tengah malam juga dikerjakan, jalanan sepi, jadi tidak ada gangguan. Ini malam hari tidak ada pekerjaan,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Ronald, warga Happy Garden, Lububkaja. Ia mengaku setiap pagi berangkat kerja ke Batamcenter harus melewati macet di jalan tersebut.
“Kalau berangkat dan pulang kerja itu selalu macet, dan debu. Kalau hujan, kendaraan seperti kluar dari kubangan lumpur. Mudah-mudahan secepatnya diselesaikan. Agar jalanan lebih lancar lagi,” katanya.
Pembangunan drainase DAM Baloi ini dimulai November 2021 lalu. Waktu pemeliharaannya 180 hari kalender dengan nilai kontrak Rp.16.585.858.000. Dilaksanakan oleh PT Fata Perdana Mandiri, konsultan supervisi CV. Buhara Persada.
Rencananya jalan Yos Sudarso ini dibangun pada sisi jalur kanan dan kiri akan dijadikan lima lajur.(*)
Reporter: Yofi Yuhendri



