
batampos – Orangtua yang anaknya tidak lolos dalam PPDB online beberapa waktu lalu umumnya belum mengambil keputusan untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta. Mereka masih berharap agar sekolah negeri kembali membuka kuota tambahan sehingga anak mereka dapat diterima kembali di sekolah negeri.
Inilah yang dilakukan oleh puluhan orangtua siswa yang berdiam di sekitar lingkungan SMKN 5 dan SMAN 5 Batam di Sagulung. Mereka terus menanti kebijakan penambahan kuota daya tampung di sekolah yang sudah didaftarkan sebelumnya dari Gubernur Kepri.
“Tetap berharap agar diterima di SMAN 5 ini. Inilah sekolah terdekat di sini. Kalau ke swasta tak sanggup kami,” ujar Hendro, warga Kaveling Lama, Sagulung.
Begitu juga dengan Haryati, warga Kaveling Kamboja, Dapur 12 Sagulung. Besar harapan agar anaknya kembali diterima di SMKN 5 yang sebelumnya sudah didaftarkan melalui jalur prestasi.
“Sampai sekarang belum ada sekolah (lanjutan) untuk anak saya. Saya berharap anak saya bisa kembali diterima di SMKN 5 ini,” ujarnya.
Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Noor Muhammad menuturkan, harapan para orangtua ini telah ditanggapi pihak sekolah dengan kembali mendata berapa banyak siswa di sekitar lingkungan sekolah yang belum terakomodir.
Data ini akan diserahkan ke Gubernur Kepri melalui Disdik Kepri sebagai pertimbangan Gubernur. Jika Gubernur menyetujui maka penambahan kuota tentu dijalankan.
“Keputusan ada di Gubernur. Nanti kalau disetujui akan terapkan sistem sisip. Satu rombel ditambah lagi jumlah siswanya,” kata Noor.
Sekolah yang telah mengajukan penambahan kuota di kota Batam diantaranya, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 5 dan SMAN 20. (*)
Reporter : Eusebius Sara



