
batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berharap tahun ini Kota Batam bebas dari Covid-19 dan mengimbau kepada semua masyarakat untuk
kembali memperketat penerapan protokol kesehatan (Protkes).
Ia menjelaskan, peran masyarakat sangat membantu dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Kata dia, varian terbaru dari virus Covid-19 ini terus dikonfirmasi keberadaanya.
“Untuk itu, Protkes yang sudah berjalan selama ini perlu ditingkatkan kembali. Pakai masker sebenarnya sudah menjadi kebiasaan. Jadi kalau ini dilanjutkan saya rasa tidak ada masalah, sebab tujuannya untuk melindungi diri dari paparan virus Covid-19,” ujarnya.
Amsakar mengatakan, sata ini aktivitas masyarakat sudah kembali padat, dan normal. Berbagai kegiatan, maupun acara sudah diperbolehkan untuk digelar. Namun pihaknya tetap mengimbau untuk patuhi Protkes untuk membentengi diri.
“Mobilisasi sudah normal. Bahkan ada peningkatan setiap harinya untuk lalu lintas udara ke Batam. Karena di daerah lain angka kasus juga mengalami kenaikan. Jadi tidak ada salahnya kita di Batam ini kembali mengetatkan Protkes,” ujarnya.
Kata dia, arus kedatangan dari wisatawan mancanegara (wisman) juga mulai ramai. Karena itu lanjutnya, kondisi yang sudah cukup terkendali ini harus dipertahankan.
Agar perekonomian dan usaha yang tengah dirintis kembali pasca pandemi Covid-19 bisa bertumbuh dan berkembang.
“Kita lihat sekarang pusat perbelanjaan mulai ramai. Kalau tahun 2020 dan 2021 lalu itu banyak tenang yang tutup dan mal terlihat seperti mati suri karena banyak usaha yang tutup. Jadi mari kita jaga kondisi ini,” ajak Amsakar.
Selain itu, bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin penguat, diharapkan segera mendatangi gerai vaksin yang sudah disebar oleh Dinas Kesehatan.
Target saat ini adalah 56 persen, masih terdapat kurang lebih 300 ribu warga lagi yang belum melakukan penyempurnaan vaksin dosis ketiga.
“Kami tengah mengejar target capaian agar lebih baik. Jadi mari dukung program pemerintah ini, agar tahun ini bisa menjadi ajang untuk bebas dari Covid-19,” imbuhnya.(*)
Reporter: Yulitavia



