
batampos – Kegiatan pagelaran Kenduri Seni Melayu (KSM) kembali digelar tahun ini. Sebanyak 35 sanggar dan penampil asal negara tetangga siap menampilkan pagelaran budaya 21-23 Juli nanti.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan daya ungkit untuk memulihkan sektor wisata. Dua tahun terakhir Batam mendapatkan pukulan yang keras karena dampak pandemi Covid-19.
“Hotel sepi, pelaku wisata berteriak. Karena kita berhadapan dengan pandemi Covid-19. Satu tahun ini sudah mulai terlihat geliat pariwisata,” kata dia saat membuka KSM.
MICE menjadi salah satu nilai jual dalam meningkatkan sektor pariwisata. Batam terus berbenah, dan meningkatkan segala faktor yang bisa membuat pariwisata maju. Dan tentu berdampak terhadap pendapatan daerah.
“Malam ini juga hadir sahabat kami dari Brunai, Malaysia, tahun ini diharapkan pariwisata kembali tumbuh dan bergairah. Sehingga pelaku wisata bisa mendapatkan multiflier efek dari geliat pariwisata ini,” jelasnya.
KSM diharapkan bisa mengundang pelaku wisata budaya dari Indonesia dan negara tetangga. Diharapkan tahun depan KSM bisa menghadirkan lebih banyak pelaku kreatif budaya. Pihaknya juga mengucapkan KSM masuk dalam kharisma nusantara.
“Ekonomi dari pariwisata lebih menggeliat di masa akan datang. Untuk menggairahkan pariwisata ini, kami sudah membenahi infrastruktur di daerah, guna mendukung pariwisata Batam,” sebutnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan kegiatan ini KSM merupakan salah satu upaya dalam memajukan dan melestarikan budaya tradisional.
Kegiatan ini dikemas sebaik mungkin, dan menampilkan berbagai kegiatan budaya. KSM merupakan salah satu event yang masuk dalam kalender event di Kementerian Pariwisata.
“Tahun ini KSM mengambil tema membalut seni dengan tradisi. Kebudayaan merupakan akar dari suatu daerah dan ini wajib dilestarikan,” kata dia, Kamis (21/7) di halaman parkir Habourbay.
KSM tahun ini juga kembali menampilkan tamu dari Singapura, Malaysia, dan Brunai Darussalam, serta tamu dari daerah lain yang ada di Sumatera.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah diramaikan kembali oleh tamu dari negara tetangga, dan daerah yang ada di Kepri dan Sumatera,” ujarnya.
Pelaksanaan KSM juga disejalankan dengan memajukan UMKM Batam. Pelaku kreatif turut mendukung pemilihan pariwisata. Salah satunya turut meramaikan kegiatan KSM ini.
Direktur Event Daerah Kemenkraf, Reza Pahlevi mengatakan 110 event salah satunya adalah KSM. Pihaknya berharap event ini terus terlaksana dengan baik, dan ditingkatkan kualitasnya dan menjadi event skala internasional.
“Tahun ini masih satu yang masuk kalender nasional, mungkin ke depan bisa dua atau tiga event dari Batam yang masuk kalender nasional,” kata Reza.
Batam menjadi salah satu pintu masuk, dan menjadi penyumbang dari Singapura ke Batam. Event menjadi salah satu daya tarik agar wisman datang ke Batam.
“Kami mengucapkan selamat untuk KSM yang ke- 24. Terus berinovasi dalam upaya pemulihan ekonomi Batam. Tetap patuhi Protkes dan kembangkan potensi lokal dan budaya,” ujarnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



