Minggu, 15 Maret 2026

Cegah Stunting dan Kekerasan pada Anak Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Puncak peringatan hari anak dan keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tingkat Provinsi Kepri menjadi momentum untuk meningkatkan pemenuhan hak anak, serta perlindungan kepada anak yang ada di Kepri.


Peringatan Harganas Tingkat Provinsi Kepri yang diselenggarakan di Aula Gedung Kantor Gubernur Kepri, Rabu (27/7/2022).

Berbagai program keluarga yang digagas BKKBN untuk menuju dan mendukung Indonesia Emas berjalan cukup baik di Kepri. Hal ini terlihat dari capaian semua program keluarga yang sudah berjalan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kepulauan Riau, Any Lindawaty dalam laporannya menyampaikan keluarga merupakan pilar utama. Penguatan keluarga menjadi penting. Harganas ini menjadi momentum refleksi dan apresiasi negara terhadap peran penting keluarga.

Untuk menyongsong Indonesia Layak Anak 2023 mendatang, semua pemangku kebijakan harus menyatukan langkah untuk mendukung seluruh program pemerintah, dengan tujuan kesejahteraan keluarga, dan pemenuhan hak anak.

“Alhamdulillah semua program berjalan baik. Kepri berhasil menggelar 8 juta akseptor dengan realisasi 12.714 akseptor atau 125,6 persen. Apresiasi untuk BKKBN Kepri tentunya atas capaian ini,” ujarnya saat menyampaikan  laporan kegiatan di aula kantor Gubernur Kepri, Rabu (27/7/2022).

Ada banyak program yang sudah dijalankan, dan ke depan masih ada penuntasan stunting di Kepri. Melalui penyaluran bantuan, dan kontrol terhadap ibu dan anak, diharapkan Kepri bisa bebas stunting. Untuk itu, perlu peran dan dukungan semua sektor untuk menyukseskan ini.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan, dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Provinsi Kepri, Heri Moekhirizal mengatakan anak merupakan investasi masa depan. Ada target besar yang harus diwujudkan yaitu menghapus diskriminasi, hingga kekerasan pada anak. Serta berupaya memenuhi hak dan kebutuhan anak menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.

Belakangan ini angka kekerasan pada anak cukup menyita perhatian kita semua. Kepri yang sudah mendapatkan prediket sebagai provinsi layak anak memiliki tugas besar ke depannya.

Pemerintah saat ini harus meningkatkan fasilitas, dan menuntaskan berbagai persoalan yang melibatkan anak. Anak membutuhkan ruang untuk tumbuh dan berkembang dengan penuh rasa aman.

“Yang tidak kalah penting adalah, keseriusan kita semua dalam menuntaskan stunting. Ayo kita cegah stunting, dan mewujudkan Batam bebas stunting ke depannya. Sekali lagi selamat Harganas mari wujudkan Anak Terlindungi, Anak Sehat,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan dan komitmen bersama untuk pencanangan program pendampingan, konseling, dan pemeriksaan kesehatan tiga bulan pranikah, sebagai upaya pencegahan stunting dari hulu.

Turut hadir dalam acara tersebut Bunda GenRe Kepri, Dewi Kumalasari, Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, dan sejumlah pejabat dan Forkopimda di lingkungan Kepri, serta perwakilan dari tujuh kabupaten, dan kota yang ada di Kepri. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN