
batampos – Dua pekan terakhir masyarakat mengeluhkan kenaikan harga gula pasir di pasaran Batam. Kenaikan pun tak tanggung-tangung, yakni hingga Rp 3 ribu per kilogramnya dari harga gula Rp 10 ribu per kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau memastikan kenaikan harga gula khusus hanya untuk curah. Hal itu dikarenakan gula curah diimpor langsung dari negara India, yang saat ini memberlakukan pembatasaan impor gula ke sejumlah negara termasuk Indonesia.
“Sebenarnya tak ada kenaikan harga gula. Karena yang naik hanya gula curah, yang memang diimpor dari India,” ujarnya.
Sedangkan untuk gula kemasan yang memang asli produk lokal atau Indonesia sama sekali tak ada kenaikan. Harganya tetap masih sama, jika pun naik itu pun tak jauh beda dari harga sebelumnya.
“Saya jamin, gula kemasan tak ada kenaikan, karena memang produk lokal. Harga masih sama,” jelas Gustian.
Menurut dia, saat ini harga gula curah dengan kemasan sudah hampir sama. Padahal sudah jelas kualitas gula kemasan lebih terjamin, karena memiliki BPOM, SNI dan sebagainya.
“Ya kenaikan harga curah memang cukup tinggi, hampir menyamai gula kemasan yang jelas lebih steril,” jelasnya.
Dijelaskannya, pembatasan impor gula dari India sebenarnya tak berpengaruh untuk harga gula di Indonesia. Sebab Indonesia juga memiliki stok gula yang cukup.
“Jadi sebenarnya tak ada ngaruhnya. Jika warga keberatan dengan harga gula curah, maka pilihlah yang kemasan. Harganya sekarang hampir sama,” sebut Gustian.
Ia juga telah mempersiapkan produsen gula di daerah Surabaya, jika mana di Batam harga gula melejit naik dan stok menipis.
“Namun sampai saat ini stok gula aman. Kalau harga melejit dan stok menipis, kami bisa kondisikan dengan produsen di Surabaya yang siap memberi harga murah,” pungkas Gustian. (*)
Reporter : Yashinta



