
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mencatat, inflasi pada Juli 2022 di Kota Batam mencapai 0,61 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,96 atau meningkat dari 111,28 pada Juni 2022. Kenaikan indeks terjadi pada beberapa kelompok pengeluaran.
Kepala BPS Batam Rahmad Iswanto mengatakan inflasi Kota Batam terjadi karena adanya kenaikan indeks pada enam kelompok pengeluaran, terutama kelompok transportasi. Namun terjadi penurunan pada dua kelompok pengeluaran, serta satu kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan.
“Ya, dari 10 kelompok pengeluaran penyebab inflasi, enam diantaranya mengalami kenaikan indeks, dua turun dan satu tidak mengalami perubahan indeks,” ujar Rahmad, Rabu (3/7).
Adapun kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah, kelompok transportasi naik sebesar 3,84 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,45 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,20 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,13 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,05 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,03 persen.
“Sedangan beberapa kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,42 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,06 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun 0,01 persen,” tambah Rahmad.
Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.
Rahmad menambahkan, dengan terjadinya inflasi pada Juli, maka laju inflasi tahun kalender Januari-Juli 2022 mencapai 4,41 persen dan inflasi tahunan year on year (Juli 2022 terhadap Juli 2021) sebesar 6,15 persen.
Dari 24 kota IHK di Sumatera, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 1,81 persen dan inflasi terendah di Kota Pematang Siantar sebesar 0,04 persen. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menduduki peringkat ke-16 dan ke-17 dari 24 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.
Selanjutnya bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi
tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 2,27 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota
Pematang Siantar dan Kota Tanjung sebesar 0,04 persen. Kota Tanjungpinang dan Kota Batam menduduki peringkat ke-41 dan ke-44 dari 90 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



