batampos – Mahalnya harga tiket feri Batam-Singapura dikeluhkan warga Singapura yang biasa berkunjung ke Batam. Akibatnya, sebagian dari mereka memilih melancong ke Johor Bahru yang biayanya relatif lebih murah.

“Biasanya mereka membayar 45 dolar untuk perjalanan pulang pergi Batam-Singapura, tapi sekarang 45 dolar hanya untuk satu kali jalan. Itu terasa berat,” ujar Menteri Kedua Luar Negeri Singapura, Mohamad Maliki Osman, Jumat (19/8/2022), saat berbincang dengan media di Marriott Harbourbay, Batam.
Sejak pintu kedatangan laut di Singapura dibuka tanpa menerapkan lagi prosedur Covid-19, Juni lalu, arus perjalanan manusia dari Batam melonjak setelah dua tahun nyaris sepi akibat pandemi. Hanya saja, tingginya antusiasme warga Batam dan Singapura untuk berperjalanan di kedua wilayah dihadapkan pada mahalnya tiket feri.
Harga tiket feri pernah menyentuh angka Rp 800 ribu untuk sekali jalan. Sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya. Dulu, sebelum pandemi Covid-19 melanda, tiket feri dibanderol Rp 350 ribu untuk perjalanan pulang-pergi. Protes penumpang dan desakan pemerintah daerah, akhirnya memaksa operator menurunkan harga. Kini, satu kali perjalanan, penumpang dikenai biaya tiket Rp450 ribu.
Maliki mengatakan, ia telah menyampaikan masalah ini kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Kepada Maliki, kedua pemimpin itu berjanji akan melakukan evaluasi.
Ia, kata Maliki, memahami alasan yang dikemukakan operator feri, yaitu jumlah penumpang untuk satu kali perjalanan yang belum mencapai persentase yang mamadai untuk menutup biaya operasional. “Jika jumlah penumpang makin padat, tentu harga juga bisa diturunkan lagi,” ujarnya.
Menurut Maliki, Covid-19 tidak menjadi faktor enggannya penduduk Singapura melancong ke Batam. warga Singapura, kata dia, percaya diri untuk pergi ke mana saja. Sejauh ini, dari sekian banyak warga Singapura yang berkunjung ke Batam tidak merasa ada masalah terkait penyebaran Covid-19.
“Kasus-kasus Covid-19 yang terjadi di Singapura sekarang tidak disebabkan oleh imported case (kasus yang dibawa oleh pendatang dari luar negara), tapi lebih dominan kasus dari dalam Singapura sendiri,” ujarnya.
Mahalnya biaya feri Batam-Singapura, kata Maliki, membuat warga Singapura yang butuh rekreasi mengalihkan perjalanan mereka ke Johor Bahru, Malaysia. “Secara biaya lebih murah dibanding ke Batam,” ujarnya.
Menurut Maliki, salah satu destinasi favorit warga Singapura di Johor adalah Desaru Beach. Kendati begitu, ia berharap biaya perjalanan Batam-Singapura bisa turun seperti dulu lagi. (bal)



