
batampos – Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Feri Batamcenter pada akhir pekan ini tak mengalami peningkatan signifikan. Bahkan jumlah penumpang baik di kedatangan dan keberangkatan hampir sama dengan hari biasa.
Dimana pada hari biasa, jumlah penumpang berkisar 3.000-4.000an orang. Pada akhir pekan ini, jumlah penumpang juga berkisar 3.500-4.000an.
Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Nika Astaga mengatakan, arus penumpang pada pekan ini sama dengan hari biasa. Padahal bulan lalu, arus penumpang bisa mencapai 6.000-7.000an.
“Akhir pekan ini biasa saja. Tak sampai 4.000 penumpang, baik di kedatangan maupun keberangkatan,” ujar Nika, Minggu (21/8).
Dikatakannya, arus penumpang masih di dominasi oleh keberangkatan dan kedatangan Batam-Singapura. Sedangkan untuk Malaysia, arus penumpang masih jauh lebih sedikit.
“Untuk keberangkatan ke Malaysia sekitar 1.000an, sedangkan ke Singapura hampir 3.000. Jadi lebih didominasi k Singapura. Kapal ke Singapura juga puluhan,” sebut Nika.
Disinggung soal harga tiket, menurut Nika itu menjadi wewenang pihak operator kapal. Namun memang untuk ke Singapura harga tiket masih berkisar Rp 700 ribu untuk pulang pergi. Sedangkan Batam- Malaysia (PP) Rp 450 ribuan.
“Tiket ke Malaysia memang turun, tapi yang ke Singapura masih sama,” terang Nika.
Sementara, Dira warga yang baru sampai di Batam pada Minggu sore, mengakui harga tiket ke Singapura cukup berat. Padahal dulunya, negara Singapura menjadi tujuan utama setiap minggu warga Batam karena harga tiket yang murah yakni Rp 300 ribuan.
“Kalau sekarang Rp 700 pulang pergi, mahal banget, padahal dekat. Berat sih harga segitu dulunya cuma Rp 300 ribu. Berharap bisa kembali normal,” imbuhnya.
Ia sempat menanyakan ke petugas salah satu operator kapal, adakah kemungkinan harga tiket turun. Menirut petugas tersebut, sangat kecil kemungkinan.
“Katanya tak akan turun, karena yang berangkat dan datang sehari itu ramai. Kecuali sepi, pasti bisa turun,” ungkapnya. (*)
Reporter : Yashinta



