Jumat, 13 Maret 2026

Tingkatkan Kesiapsiagaan, SAR Indonesia dan Malaysia Gelar Latihan Bersama

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Latihan SAR bersama ke-41 Indonesia-Malaysia (Malindo) yang berlangsung selama tiga hari.

batampos – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama SAR Malaysia menggelar latihan bersama penanganan kecelakaan kapal dan bencana di laut. Latihan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan sekaligus meningkatkan kerja sama kedua negara dalam penanganan kecelakaan pelayaran di laut, Rabu (22/9).

Deputi Bidang Operasi Pencarian, Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan latihan SAR bersama ke-41 Indonesia-Malaysia (Malindo) ini berlangsung selama tiga hari. Mulai Senin-Rabu (20/9-22/9) di wilayah perairan perbatasan Pulau Bintan, Kepri dan Johor Bahru, Malaysia.

“Ya, ini merupakan latihan rutin kita setiap tahunnya,” ujar Laksamana Muda TNI Ribut di Kantor Basarnas Batam, Rabu (22/9).

Disebutnya, kegiatan latihan SAR gabungan antar dua negara ini merupakan realisasi dari letter of aggreement (LOA) for the provision of search and rescue service between Indonesia-Malaysia tahun 1985 dan hasil sidang jawatan kuasa latihan bersama (JKLB) Malindo ke-86 di Jakarta.

“Latihan SAR bersama ini memiliki manfaat besar bagi kedua negara dalam menjamin keselamatan di wilayah perbatasan. Baik terhadap warga negara asing maupun terhadap warga negara Indonesia dan Malaysia,” tambah Laksamana Muda TNI Ribut.

Ditambahnya, sebagai anggota ICAO dan IMO, Indonesia dan Malaysia wajib menyediakan pelayanan SAR terhadap kapal dan pesawat udara yang mengalami keadaan darurat atau distress di wilayah tanggung jawab SAR masing-masing tanpa ada wilayah blank area.

Kerjasama operasi SAR antara Malaysia sejauh ini sudah terjalin dengan baik. Tercatat dalam kurun waktu 2019-2022 tercatat 11 kali operasi SAR bersama Basarnas dan Otoritas Malaysia. “Untuk itu dengan diadakan latihan ini dapat lebih memantapkan lagi pelaksanaan operasi SAR apabila terjadi keadaan darurat di wilayah perbatasan,” ucap Laksamana Muda TNI Ribut.

Dilanjutnya, latihan SAR bersama ini dilaksanakan dalam bentuk table top exercise (TTX) tactical floor game (TFG) dan field training exercise. Untuk FTX dilaksanakan di wilayah perbatasan pulau Bintan dan Johor Bahru dengan mengerahkan unsur laut dan udara daei kedua negara.

“Untuk Indonesia unsur laut yang dikerahkan adalah KN SAR Purworejo milik Basarnas, KN Bubara TNI AL, KN Laksamana Polairud, KN Belut Laut Bakamla, dan heli rescue 1522 Basarnas,” pungkasnya. (*)

 

 

Reproter : Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN