
batampos – Pengendara kewalahan saat melintas di sekitar Simpang Basecamp dan Barelang dikarenakan lampu pengatur arus lalulintas di dua persimpangan tersebut belum difungsikan kembali.
Warga Batuaji, Alvira, mengatakan, ia dan pengendara lainnya kerap saling serobot ketika melintas di dua persimpangan tersebut.
“Kadang salah masuk kita. Pikirnya dari sana mau mengalah tapi malah masuk juga. Sering saya seperti itu. Makanya kuatir kali kalau lewat simpang Basecamp itu,” katanya.
Menurutnya hal tersebut kerap terjadi saat jam-jam sibuk yakni pagi dan sore hari. Karena pada jam-jam tersebut banyak pengendara yang hendak berangkat dan pulang kerja.
“Semoga secepatnya aktifkan kembali lampu lalulintasnya,” harap Alvira, warga Batuaji.
Proyek penataan persimpangan ini sudah hampir rampung dan arus lalulintas tetap normal seperti biasa. Kendalanya hanya pada rambu pengatur arus lalulintas persimpangan.
Selama ini pengendara berjalan berdasarkan saling pengertian. Jika sudah kendaraan yang masuk duluan ke lokasi persimpangan maka pengendara dari arah lain harus mengalah.
Ini berjalan kurang efektif karena sering terjadi kesalahpahaman yang berakibat pada tabrakan ataupun senggolan. Pengendara khususnya kaum ibu selalu kewalahan saat melintas persimpangan tersebut.
Karena belum ada rambu yang mengatur jadwal lalulintas kendaraan dari empat jalur yang berlawanan tersebut. Harapan mereka kedepannya agar segera dilengkapi rambu pengatur lalulintas demi meminimalisir kecelakaan lalulintas.(*)
Reporter: Eusebius Sara



