
batampos – Keluarga besar SDN 10 Sagulung berbangga hati. Musala yang dinanti-nantikan akhirnya bisa digunakan. Musala Al-Alim yang diresmikan, Sabtu (1/10), ini hasil dari sumbangan orangtua wali murid melalui komite sekolah.
Komite SDN 10 Sagulung Johan Nababan, yang juga sebagai ketua panitia pembangunan musala menuturkan, pembangunan Musala Al-Alim ini dimulai sejak awal tahun lalu dengan anggaran sekitar Rp 250 juta. Mulanya sekolah yang dipimpin oleh Kepala SD 010 Daozar ini hanya memiliki musala yang cukup sederhana dan sudah tak laik digunakan lagi.
“Setelah kita koordinasi dengan pihak sekolah dan orangtua wali murid, sepakat untuk bersama-sama membangun musala ini melalui dana swadaya orangtua wali murid. Alhamdulillah hari ini musala ini sudah bisa digunakan meskipun belum sepenuhnya rampung dikerjakan,” ujar Johan.
Musala Al-Alim yang sudah diresmikan ini masih membutuhkan biaya tambahan, sebab dinding kaca seperti yang direncanakan belum sempat terwujud sehingga, besar harapan Komite sekolah agar ada dukungan dari Pemko Batam untuk melengkapi bantuan musala serta fasilitas nya itu.
“Itulah yang diharapkan segenap keluarga besar SDN 10, semoga kekurangan-kekurangan ini segera dilengkapi,” ujar Johan.
Kepala SDN 10 Daozar menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan komite dan orangtua wali murid atas pembangunan musala tersebut. Dia dan segenap jajarannya bertekad akan menjaga dan menggunakan musala tersebut dengan baik untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para muridnya.
“Semoga amal baik bapak ibu dibalas oleh Allah,” ujar Daozar.
Sektretaris Daerah Pemko Batam Jefridin yang mewakili Wali Kota Batam M Rudi di acara peresmian tersebut juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada orangtua wali murid atas dukungan dan sumbangsih atas pembangunan musala tersebut. Jefridin juga akan menyampaikan harapan dari panitia pembangunan atas kekurangan tersebut ke wali kota Batam.
“Ini amalan bapak-ibu, dan kami sangat apresiasi. Amalan ini akan terus mengalir nantinya meskipun kita sudah tiada,” ujar Jefridin. (*)
Reporter : Eusebius Sara



