
batampos – Jalan Rusak di Kota Batam semakin banyak ditemui di sepanjang jalan. Jalan berlubang menyulitkan pengendara melintas dan berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan untuk perbaikan jalan memang belum bisa dilakukan menyeluruh. Hal ini karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kepri.
“Uang kita terbatas,” kata dia, Senin (6/2). Sehingga perbaikan jalan yang merupakan tanggungjawab Provinsi Kepri untuk saat ini belum bisa dilakukan.
Baca Juga: Berdiri Diatas Drainase, Pengendara Keluhkan Tempat Cuci Kendaraan di Batuaji
Untuk itu, ia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk bersinergi dan bersama-sama dalam menangani jalan rusak ini.
“Mungkin nanti kita bisa berkolaborasi dalam penanganan jalan ini. Karena harus saya akui anggaran provinsi terbatas,” sebutnya.
Sementara untuk rencana penyerahan jalan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Pemko Batam, Ansar mengakui untuk penyerahan ini ada regulasi dan tahapan yang harus dilakukan.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob, Ditpolairud Kepri Siagakan Perahu Karet
“Karena kita koordinasi dengan BPK Dulu. Nanti lihat dana atau anggaran pemeliharaan jalannya,” ujarnya.
Ansar juga menjelaskan tahun ini, pemeriksaan pemerintah pusat tidak menyediakan dana untuk preservasi jalan atau kegiatan pemeliharaan aset milik pemerintah, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan.
“Jadi, kita tanya dulu. Kalau ternyata aset BP bukan aset kita nanti jadi temuan. Karena untuk data aset jalan ini selalu diperbaharui setiap tahunnya. Kami tidak mau ad temuan, termasuk juga dalam proses dan rencana penyerahan jalan ke pemerintah daerah,” bebernya.
Baca Juga: Bocah Dilaporkan Hilang Diculik di Batuaji, Ini Faktanya
Berdasarkan data untuk jalan provinsi di Kepri terdapat 25 ruas jalan, dengan total panjang 112,35 kilometer.
Sementara itu, kerusakan jalan ditemui di Jalan Orchard Beoulevard (kawasan Orchard), Jalan Raja Isa atau Simpang lampu Merah KBC, Jalan Tengku Sulung (Botania), Jalan Hang Kesturi dari Simpang lampu merah Batu Besar menuju Kawasan Industri Kabil, Nongsa, Kampung Air.
Kerusakan jalan ini semakin parah, bahkan muncul titik baru akibat hujan yang terjadi. Kondisi jalan yang yang sudah bertahun- tahun terbengkalai, seperti di Jalan Laksamana Bintan atau dari Under Pass menuju ke Simpang BNI, begitu juga dari Simpang Frengky menuju Simpang BNI. (*)
Reporter : YULITAVIA



