Senin, 2 Maret 2026

Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: Jawapo.com

batampos – Demam berdarah dengue (DBD) jadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai selama musim hujan.

Tren peningkatan kasus demam berdarah dengue di Batam termasuk cukup tinggi, terutama memasuki musim pancaroba ketika peralihan musim atau memasuki musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, kasus DBD ini bersifat fluktuatif.

Baca Juga: Digenangi Air, Jalan Berlubang Jadi Jebakan Bagi Pengendara

Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat. Di Batam, kasus wabah DBD ini menyebar di semua wilayah kecamatan yang berada di Kota Batam.

Tingginya curah hujan saat ini mempengaruhi peningkatan kasus DBD di Batam. Genangan air yang timbul setelah hujan berpotensi jadi sarang nyamuk berkembangbiak.

“Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan. Kondisi ini akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga menyebabkan peningkatan penularan penyakit, ” ujar Didi, Selasa (28/2/2023).

Baca Juga: Polsek Sekupang Amankan Pria Mabuk

Didi mengaku, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan jumlah kasus DBD di Batam. Di antaranya dengan meningkatkan peran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk.

Kemudian mengkampanyekan program 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, dan menyingkirkan barang-barang bekas.

“Selain itu dalam mengantisipasi peningkatan kasus yang lebih banyak Dinkes juga mengintrusikan puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan DBD, ” ujar Didi.

Peningkatan kesiapsiagaan DBD ini meliputi, meningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut peduli mencegah peningkatan DBD ini.

Baca Juga: Pak Wali Kota, Jalan Kampung Seibinti Tanjunguncang Rusak Parah

Dinkes juga meminta puskesmas untuk mengimplementasikan gerakan satu rumah satu jumantik dengan menunjuk juru pemantau jentik (jumantik) memantau dan memastikan tak ada jentik di lingkungan masing-masing.

“Kita juga minta semua kasus tersangka deman wajib dilaksanakan penyelidikan epidemiologi DBD dan melaporkan ke Dinas Kesehatan Batam, ” tegasnya.

Tidak ketinggalan meningkatkan upaya promosi kesehatan tentang pencegahan dan pengendalian DBD sekaligus melakukan larvasidasi dan pembagian abete secara selektif.

Sebagaimana diketahui, kasus DBD di Batam sepanjang tahun 2022 berjumlah 902 kasus dengan 6 kasus kematian. Angka ini naik dibanding tahun 2021 yakni sebanyak 710, dengan 4 kasus kematian. Sementara itu di awal 2023, tepatnya mulai 1 Januari sampai 1 Februari ada 66 warga yang terjangkit DBD.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN