Selasa, 24 Februari 2026

Kapten (Inf) H.P. Siregar, Komandan Rayon Militer (Danramil)  02/ Batam Barat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Komandan Rayon Militer (Danramil) 02/ Batam Barat, Kapten (Inf) H.P. Siregar.

Jadikan Daerah Aman Tertib dan Nyaman

KOMANDO Rayon Militer (Koramil)  mempunyai tugas besar diamanahkan bangsa dan negara ini di pundak mereka. Komandan Rayon Militer (Danramil) 02/ Batam Barat, Kapten (Inf) H. P. Siregar menyebutkan, beberapa tugas pokok Koramil adalah menyelenggarakan pembinaan kemampuan dan kekuatan, menyelenggarakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok Komando Distrik Militer (Kodim).

BACA JUGA: Drs Buralimar MSi, Mantan Birokrat Bergabung di PDI-P Kepri

Terkait dengan masalah keamanan dan kenyamanan, Koramil 02/ Batam Barat bekerja sama dengan Polsek Sekupang dan Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Batam melakukan razia di sejumlah wilayah terjadinya balap liar dan begal, Sabtu (6/5/2023) malam lalu. Apa latar belakangnya sehingga razia ini dilakukan? Kepada redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung, Senin (8/5/2023) dari Sekupang, Kapten (Inf) H. P. Siregar memaparkan kekecewaannya dan kegelisahannya terhadap balap liar dan begal yang kerap dilakukan oknum generasi muda.

BACA JUGA: Ns Didi Yunaspi MKep, Wakil Rektor IKMB Batam

Bisa diceritakan kenapa Koramil 02/ Batam Barat turun tangan merazia balap liar dan mencegah begal?

Baik terima kasih. Begini. Dilihat dari sisi hukum. Balap liar dilarang undang-undang tepatnya Pasal 115 angka b UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU 22/2009) yang menyatakan pengemudi kendaraan bermotor di jalan dilarang berbalapan dengan kendaraan bermotor lain. Lantas timbul pertanyaan. Kenapa dilarang?

BACA JUGA: Sirajudin Nur, Wakil Ketua Komisi IV DRPD Kepri

Dampak dari balapan liar adalah dapat merugikan banyak orang seperti, mengganggu kedamaian masyarakat dengan kebisingan kendaraan yang dimodifikasi, orang tua yang khawatir terhadap anaknya dan dapat merugikan mereka, dapat membuat kerusuhan antar geng kendaraan, perkelahian, melanggar norma yang ada, dan dapat membuat terjadinya taruhan atau bisa terjadi adanya unsus perjudian.

Kompleks dampaknya?

Itulah. Makanya ini  harus dicegah. Patut pula, kita dan masyarakat ketahui. Pelaku balap liar ini kadang dilakukan oknum generasi muda. Anak muda, generasi emas ini harusnya ketika pulang sekolah sudah ada di rumah. Eeh ini malah keluyuran entah kemana. Lalu berkumpul dengan kawan-kawan atau geng mereka. Buat perjanjian. Lalu mengadakan balap liar. Ini untuk apa? Dapat nama biar disebut jagoan? Dapat upah? Dapat gaji? Jadi terkenal? Kan tidak. Jadi saya melihat. Balap liar  ini tidak ada manfaatnya sama sekali.

Bagaimana mencegahnya?

Untuk mengantisipasi balap liar dan juga begal di wilayah hukum Koramil 02/ Batam Barat dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02/ Batam Barat, kita bekerja sama dengan Polsek Sekupang dan Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Batam melakukan razia di sejumlah tempat yang pernah dijadikan tempat balap liar dan begal. Kegiatan tersebut kita lakukan Sabtu (6/5/2023) malam lalu.

Jumlah personel yang terlibat?  

Sekitar 22 personel. Saat itu, kito fokus ke beberapa titik razia yaitu: Tanjung Riau hingga marina. Ini merupakan daerah pernah terjadi aksi begal. Kemudian di sekitar lampu merah Sei Harapan menuju daerah Sekupang yang menjadi lokasi balap liar. Selanjutnya di daerah Mata Kucing yang juga merupakan lokasi balap liar.

Apa tujuan dari razia bersama ini?

Kita bersama Polsek Sekupang dan PPM Kota Batam melakukan razia. Tentu saja ini kita lakukan dengan penuh perhitungan dengan sebelumnya menyusuri beberapa wilayah yang merupakan lokasi balap liar. Kegiatan dilakukan untuk mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sekaligus kenyamanan. Razia ini juga bertujuan memberikan pelajaran kepada pelaku balap liar yang meresahkan warga. Bagaimana pun pelaku balap liar ini adalah anak-anak kita. Siapapun orang tuanya, tidak ingin anaknya nakal, ikut balap liar dan lainnya. Kita kecewa, kita gelisah melihat jika ada anak-anak bangsa kita ini terlibat  hal tidak baik. Melakukan tindakan kriminal. Melakukan balap liar saja kita kecewa. Apalagi bila ada anak-anak melakukan hal lebih buruk dari itu.

Makanya razia ini kita lakukan dengan niat baik dan cara kekeluargaan. Jangan ada lagi balap liar dan lainnya. Semua  harus peduli dan bisa mengantisipasi. Tentu, bila ada yang sifatnya anarkis dan membahayakan  orang banyak, kita akan bertindak tegas sesuai aturan yang ada.

Apa melibatnya tokoh masyarakat?

Tidak kita abaikan. Jauh-jauh hari sebelum patroli dilaksanana, Babinsa Koramil 02/ Batam Barat telah menyampaikan kepada Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan Camat, bahwa kita Koramil 02/ Batam Barat, Polsek Sekupang dan PPB Batam akan melakukan razia. Kepada mereka kita mengimbau mengingatkan masyarakat agar bisa mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam balap liar dan hal negatif lainnya.

Respon dari tokoh masyarakat?

Inilah baiknya sistem budaya, adat dan kepedulian orang kita Indonesia ini. Kita tidak perlu banyak cerita, banyak program. Asal kalimat yang kita sampaikan itu masuk akal, bermanfaat bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat di Negara kesatuan Republik Indonesdia (NKRI), maka silakan. Lanjutkan. Masyarakat akan mendukung dan turun langsung menjadi penggerak program keamanan tersebut. Cepat. Ini yang membuat bangsa dan negara kita ini relatif lebih aman dan nyaman dibandingkan negara maju dan negara berkembang lainnya.

Ketika razia dilaksanakan ada yang ditangkap?

Mungkin bukan ditangkap ya. Pelaku balap liar ini adalah anak-anak kita. Mungkin bahasanya adalah kita amankan. Waktu razia, memang ada beberapa anak-anak yang kami amankan. Orang tuanya kita panggil datang ke Polsek Sekupang. Di situ kami memberikan informasi tentang kenakalan anak-anak mereka. Dimana salahnya. Kita beri pelajaran. Kita informasikan betapa tidak baiknya balap liar ini bagi diri sendiri dan orang lain. Anak-anak tadi kita suruh membuat perjanjian agar tidak mengulang lagi aksi balap liarnya.

Setelah itu?

Kita lepaskan anak-anak itu pulang ke rumah. Dengan razia dan dibawa ke kantor Polisi, setidaknya akan membekas dalam ingatan mereka bahwa melakukan tindakan tidak benar akan berhadapan dengan aparat keamanan. Kita juga berharap, setelah razia ini tidak ada lagi bagi anak-anak yang melakukan balap liar. Tidak melakukan aktivitas negatif lain seperti mabuk-mabukan dan lainnya yang meresahkan warga sekitar.

Cukup sekali razianya?

Tidak bisa satu kali. Razia ini harus berkelanjutan. Tentu melibatkan pemerintah setempat, Koramil, Polsek, PPM Kota Batam, ormas terkait dan masyarakat yang peduli dengan keamanan di kota ini.

Harapan untuk orang tua?

Tetaplah memberikan pengawasan lebih kepada anak-anaknya. Anak itu adalah kebanggaan, kebahagiaan orang tua. Jaga dan lindungi anak-anak dari pergaulan tidak baik, jauhi balap liar, narkoba dan lainnya. Negara ini akan semakin besar bila diisi oleh generasi muda, sehat, pintar. Jangan kita seperti negara Jepang. Mereka kekurangan generasi muda. Sekolah banyak yang tutup karena kekurangan anak-anak (generasi muda). Generasi muda kita banyak. Tapi jangan banyak secara kuantitas saja. Banyaklah dari sisi kualitas. Pintar.

Tadi disebutkan bekerja sama dengan Ketua PPM Kota Batam, Putra Caesar Odang BBA SE?

Untuk melakukan razia dan himbauan kepada masyarakat ini kita bekerja sama dengan Pak Putra Caesar Odang BBA SE yang juga Komandan Batalyon (Danyon) 01/033 Yudha Putra (YP)  PPM. Acara ini juga disupport  Kapolsek Sekupang, Kompol Zainal Abidin Christopher Tamba bersama delapan anggota Polsek Sekupang; dan delapan anggota Koramil 02/ Batam Barat.

Pak Putra bersama enam anggotanya ikut turun bersama Koramil melakukan patroli gabungan ini. Di masa pengurusan PPM Kota Batam yang baru ini, razia balap liar dan begal ini merupakan satu kerja sama yang cukup baik dan pertama dengan PPM Kota Batam. Kami juga menilai, razia ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi personel PPM Kota Batam dengan Koramil 02/ Batam Barat.

Bagi PPM, razia ini adalah bentuk keamanan dan merupakan hak bagi warga. Kami, Koramil 02/ Batam Barat, Polsek Sekupang dan Pak Putra berharap setelah razia ini tidak ada lagi anak-anak atau oknum tertentu membuat keresahan di tengah masyarakat. Satu hal yang membanggakan dan membahagian, PPM Kota Batam siap terus melakukan komunikasi dan kerja sama dengan Koramil 02/ Batam Barat untuk menjaga keamanan di beberapa wilayah di Batam ini. Kapanpun dan dimanapun PPM yang dipimpin Pak Putra siap jika diminta berkerja sama meningkatkan kegiatan Kamtibmas di lingkungan masyarakat. Pastinya PPM Batam tidak ragu bersinergi dengan Koramil 02/ Batam Barat. (*)

Reporter: Suprizal Tanjung

SALAM RAMADAN