
batampos – Jalan rusak di Seibeduk terus memakan korban. Korban umumnya pengendara sepeda motor yang terjebak dengan banyaknya lubang di sepanjang bahu jalan.
Ini jadi pembahasan serius masyatakat di sana sebab, semakin hari kerusakan jalan semakin parah saja. Belum ada tindakan yang berarti dari instansi pemerintah terkait.
Disebutkan masyarakat di sana, penyebab utama kerusakan akses jalan S Parman ini adalah kendaraan proyek. Truk yang mengangkut material tanah dengan tonase muatan yang berat memperburuk keadaan jalan.
Baca Juga: 8 Negara Eropa yang Menanamkan Modalnya di Batam
Lokasi jalan yang aspalnya sudah pecah jadi berlubang dan semakin hari semakin besar lubangnya.
Begitu juga ruas jalan yang aspal masih utuh jadi bergelombang sebab kontur turun akibat hilir mudik truk bermuatan berat tadi.
Pantauan di lapangan, hampir seluruh ruas jalan S Parman rusak, dan titik kerusakan yang paling parah di depan perumahan Nusa Indah. Di tempat itulah proyek cut and fill terjadi.
Baca Juga: Ada Kebakaran Hubungi 08116060113, Damkar BP Batam Siap Meluncur
Truk-truk bermuatan berat ini mengangkut material tanah dari lokasi pemotongan bukit di samping perumahan Nusa Indah ini untuk dibawa ke lokasi penimbunan di Tanjungpiayu Laut.
“Sudah lama itu proyek cut and fill itu. Truk tanah hilir mudik untuk bawa tanah ke Piayu Laut. Aspal jalan semua pada kopek. Jalan jadi lubang dan bergelombang. Sudah hancur jalan S Parman ini sejak proyek itu berjalan. Tolonglah ini diperhatikan,” ujar Syaiful, warga Seibeduk.
Baca Juga: Pak RT: Ada Tumor di Kepala WN Australia yang Tewas di Legenda Malaka
Selain jalan S Parman, keruskaan serupa juga terjadi di jalan menuju Kampung Bagan atau kantor kecamatan dan Polsek Seibeduk.
Banyak pengendara motor yang sudah jadi korban karena lubang di sepanjang jalan ini jadi jebakan maut pengendara apalagi di malam hari. Masyarakat berharap keluhan ini segera ditanggapi oleh instansi pemerintah terkait.(*)
Reporter: Eusebius Sara



