Minggu, 15 Februari 2026

Kasus Kematian Akibat DBD Meningkat Signifikan, Walikota Batam Keluarkan Surat Edaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengasapan atau fogging untuk meminimalkan sebaran jentik nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah dengeu di Perumahan Legenda Bali, Batam Kota. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos – Walikota Batam juga mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dini peningkatan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Batam. Salah satu poinnya adalah, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dalam upaya mencegah penyebaran DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi menjelaskan upaya mencegah penyebaran DBD antara lain dengan menggerakkan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M plus.

Menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mengubur kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan serta plus cara lain dengan memantau wadah air yang dapat menjadi tempat perkembanganbiakan nyamuk aedes aegypty.


Baca Juga: Empat Warga Batam Meninggal Karena DBD, Ada Balita dan Anak-anak

“Kita juga minta masyarakat mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam mengimplementasikan gerakan satu rumah satu jumantik untuk memantau dan memastikan tidak ada jentik nyamuk di lingkungannya masing-masing,” ujar Didi.

Dalam surat edaran ini juga meminta agar masyarakat untuk segera membawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama atau melaporkan apabila ada warga yang terkena DBD.

Membantu petugas dalam kelancaran kegiatan penyelidikan epidemiologi dan fogging fokus yang dilakukan di wilayahnya masing-masing apabila ada kasus DBD.

Baca Juga: Disperindag Batam Jamin Pasokan LPG Bersubsidi Aman Jelang Ramadan

“Kami mengimbau masyarakat agar secara dini mewaspadai potensi DBD karena ketika musim hujan kita tahu saat musim hujan biasanya kasus DBD meningkat,” ungkapnya.

Didi mengatakan berdasarkan laporan yang masuk ke Dinkes Batam, terdapat 45 kasus DBD di sepanjang tahun ini. Dimana empat pasien diantaranya meninggal dunia. Angka ini naik signifikan.

“Ya, ini kasus yang tercatat sampai 15 Februari ini empat diantaranya meninggal karena DBD, ” ujar Didi, Jumat (16/2).(*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update