
batampos – Pengendara keluhkan aktifitas kendaraan proyek yang mengangkut material tanah di sepanjang jalan R Suprapto persisnya depan SPBU Codo, Sagulung.
Jalan jadi becek dan berlumpur saat hujan serta kotor dan berdebu saat panas karena ceceran material tanah dari truk-truk pengangkut.
“Sudah seminggu ini, proyek itu jalan lagi. Jalan penuh dengan tumpahan tanah. Kalau hujan licin sekali, kalau panas debu minta ampun, sampai tak mengganggu jarak pandang,” keluh Siska, pemotor di lokasi jalan yang kotor tersebut, Kamis (4/4).
Pantauan di lapangan ceceran material tanah di bahu jalan ini terjadi di sepanjang jalan yang dilalui truk pengangkut. Mulai dari SPBU Codo hingga simpang Mandalay. Truk pengangkut material tanah mengangkut tanah dari belakang SPBU Codo untuk penimbunan di wilayah Dapur 12.
Truk melintasi jalan utama tanpa menutup bak muatan dengan alat penutup serta membersihkan roda kendaraan dari lumpur saat keluar dari lokasi proyek. Tanah yang sudah berubah jadi lumpur akhirnya berceceran di sepanjang lokasi jalan yang dilalui truk-truk tersebut.
Masyarakat penggunaan jalan sangat terganggu dengan aktifitas kendaraan proyek tersebut. Selain membuat jalan kotor dan berlumpur juga mengancam keselamatan pengendara lain.
Pasalnya truk-truk tersebut kebut-kebutan di jalan raya demi mengejar target. Kecelakaan lalulintas akibat kendaraan proyek tersebut sering terjadi.
“Sudah banyak korbannya. Kemarin ibu-ibu jatuh dari sepeda motor karena terpeleset di ceceran lumpur ini. Sangat mengganggu sekali,” ujarnya.
Nella, seorang pengendara sepeda motor yang mengaku pernah jatuh akibat gumpalan lumpur di aspal jalan itu berharap agar kendaraan proyek ini segera ditindak oleh instansi terkait demi kenyamanan dan keselamatan berlalulintas.
“Untuk satlantas Polresta Barelang, tolong ditindak truk-truk ini karena mengganggu kenyamanan pengendara lain. Ugal-ugalan sudah gitu tinggalkan lumpur di atas jalan,” harap Nella. (*)
Reporter: Eusebius Sara



