Sabtu, 31 Januari 2026

Dinkes Sebut Pengawasan Ditingkatkan, Belum Ditemukan Takjil Berbahaya di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dinkes Batam melakukan pengawasan dengan inspeksi langsung ke pasar takjil di Batam.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan bahwa makanan berbuka puasa atau takjil yang dijual di pasar Ramadan aman dari zat berbahaya. Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dari puskesmas mengenai temuan bahan berbahaya dalam takjil yang dijual di berbagai pasar Ramadan.

“Hasil uji sampel yang diambil oleh seluruh puskesmas di Batam menunjukkan bahwa makanan, minuman, dan jajanan tidak mengandung zat berbahaya seperti formalin dan boraks,” ujarnya, Kamis (13/3).

Meski begitu, pengawasan dan sosialisasi tetap dilakukan untuk mengedukasi masyarakat dan pedagang agar tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam makanan.

Baca Juga: THR Wajib Dibayar Penuh dan Tak Boleh Dicicil, Disnaker Batam Buka Posko Pengaduan

Dikatakan Didi, Dinkes Batam melakukan pengawasan dengan inspeksi langsung ke pasar takjil di seluruh kecamatan. Petugas puskesmas mengambil sampel makanan secara acak dan mengujinya di puskesmas. Jika ditemukan indikasi bahan berbahaya, pedagang akan diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak menggunakan zat yang berbahaya bagi kesehatan.

“Kami terus lakukan pemeriksaan takjil dan membawa sampel yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Jika ditemukan kandungan zat berbahaya, kami akan langsung memberikan pembinaan pada pedagang yang bersangkutan,” tambahnya.

Didi menjelaskan bahwa pengawasan ini bertujuan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dari zat berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanil Yellow. Pengawasan akan dilakukan secara rutin sepanjang bulan Ramadan.

Baca Juga: Ada Pipa Bocor, Berikut Keterangan ABHi

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, juga memastikan bahwa hasil pengujian di wilayahnya menunjukkan takjil yang dijual pedagang masih aman dikonsumsi.

“Alhamdulillah, dari hasil pengujian sementara, belum ditemukan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual pedagang di pasar takjil. Tapi kami tetap akan terus melakukan pengawasan agar masyarakat mendapatkan makanan yang sehat,” kata Indriani. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Update