Senin, 12 Januari 2026

Tim Gabungan BNN, Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Narkotika di Perairan Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapal MT Sea Dragon Tarawa (Istimewa)

batampos – Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi sorotan sebagai jalur rawan peredaran narkotika. Belum genap sepekan setelah pengungkapan 2,06 ton heroin dan sabu, tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri, TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika skala besar.

Kali ini, sebanyak 1,8 ton narkotika berhasil diamankan dari sebuah kapal asal Tiongkok bernama Sea Dragon yang melintas di wilayah perairan Kabupaten Karimun. Berdasarkan informasi awal, narkotika diduga jenis sabu tersebut dikemas rapi dan disembunyikan di dalam lumbung kapal.

Kepala BNN Kepri Brigjen Pol Hanny Hidayat membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebut operasi ini merupakan hasil sinergi antarinstansi.

“Kegiatan ini gabungan, antara BNN, TNI AL, dan Bea Cukai,” ujar Hanny kepada wartawan, Rabu (21/5).

Meski demikian, Hanny belum merinci jumlah pasti narkotika yang diamankan dalam penangkapan kali ini. Ia mengatakan, proses penghitungan masih berlangsung dan hasil lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers resmi. “Belum dihitung, rilis lengkap nanti,” tegasnya singkat.

Saat ditanya mengenai lokasi penyimpanan barang bukti, Hanny enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pengungkapan ini semakin memperkuat dugaan bahwa jalur laut Kepri masih menjadi titik rawan masuknya narkotika jaringan internasional. Aksi penyelundupan berskala ton menandakan modus operandi yang semakin berani dan sistematis.

Dengan dua pengungkapan besar dalam waktu berdekatan, aparat penegak hukum terus meningkatkan kewaspadaan dan patroli laut di wilayah perbatasan. Kepri, yang memiliki ratusan pulau dan jalur pelayaran internasional, dianggap sebagai lokasi strategis bagi sindikat narkoba lintas negara. (*)

Reporter: Yashinta

Update