Sabtu, 25 April 2026

Sudah 90 Hari Warga Tanjung Sengkuang Bergantung pada Truk Tangki Air

Berita Terkait

Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar, Minggu (1/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Krisis air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, hingga kini telah memasuki hari ke-90. Selama hampir tiga bulan terakhir, ribuan warga di kawasan tersebut masih bergantung pada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gangguan pasokan yang belum juga pulih membuat aktivitas rumah tangga warga ikut terganggu. Kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi kini hanya mengandalkan suplai air sementara yang datang setiap hari ke lingkungan permukiman.

Pada Kamis (23/4), Polresta Barelang melalui Polsek Batu Ampar kembali melakukan monitoring pendistribusian air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Merah. Kehadiran aparat dilakukan untuk memastikan penyaluran air berjalan tertib dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.

Monitoring tersebut dipimpin langsung Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah bersama personel bhabinkamtibmas dan petugas piket. Petugas turun ke lapangan untuk mengawasi proses distribusi agar tidak terjadi antrean panjang maupun kendala saat pembagian air berlangsung.

Pada hari ke-90 krisis air, sebanyak 103 water tank didistribusikan ke sejumlah RW di Tanjung Sengkuang. Sementara di Kelurahan Batu Merah, tambahan 28 water tank juga disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih terdampak gangguan layanan.

Meski distribusi air terus dilakukan, warga menilai pengiriman melalui mobil tangki hanya menjadi langkah darurat. Banyak masyarakat berharap penanganan permanen segera dilakukan agar kehidupan mereka tidak terus bergantung pada bantuan harian.

Siti, salah seorang warga Tanjung Sengkuang, mengaku keluarganya mulai kesulitan menyesuaikan aktivitas harian akibat krisis berkepanjangan tersebut. “Sudah hampir tiga bulan kami menunggu air kembali normal. Untuk sementara memang terbantu dengan mobil tangki, tapi kami ingin air di rumah bisa mengalir lagi seperti biasa,” ujarnya.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya mengakui persoalan air bersih di Batam merupakan akumulasi masalah lama yang belum tertangani. “Apa yang terjadi ini adalah akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya yang belum diantisipasi. Ada 18 stress area yang masyarakatnya sering mengalami air tidak lancar,” katanya.

Menurut Amsakar, meningkatnya kebutuhan air akibat pertumbuhan kawasan dan investasi turut memperparah kondisi yang terjadi di sejumlah wilayah. “Solusi dengan armada tangki ini berjalan, tetapi ini bukan solusi permanen. Karena itu harus ada penanganan jangka panjang,” tegasnya.(*)

UPDATE