Sabtu, 24 Januari 2026

Menu Makan Gratis Disorot, Disdik: Harus Enak, Cukup, dan Bergizi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan saat meninjau dapur Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang memasok menu MBG ke Batuaji. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 001 Batuaji menuai sorotan setelah menu yang disajikan kepada siswa viral di media sosial. Orang tua siswa mengeluhkan porsi makanan yang dinilai sangat sedikit dan tidak menarik.

Dalam unggahan yang beredar pada Senin (22/9), tampak satu kotak menu MBG berisi sepotong tahu goreng, sepotong daging, tiga potong kentang goreng, sedikit sayuran, satu buah pisang, dan saus sambal sachet. Unggahan itu memicu kritik warganet yang menilai sajian tersebut jauh dari cukup untuk mendukung kebutuhan gizi anak.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, turun langsung ke lapangan atas perintah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Ia meninjau dapur Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang memasok menu MBG ke Batuaji.

Baca Juga: Keluhkan Menu MBG, Junita Mengaku Diintimidasi Pihak Sekolah, Kepala Sekolah Membantah

“Menu kentang itu sebenarnya bagian dari tes food, variasi mengganti nasi dengan kentang sebagai sumber karbohidrat. Tapi masalahnya cara masaknya kurang menarik, dan porsinya juga terlalu sedikit. Ini yang membuat anak-anak tidak berselera,” kata Hendri, Rabu (24/9).

Hendri menekankan, variasi menu sah-sah saja dilakukan, namun tidak boleh mengurangi standar takaran maupun kualitas gizi. “Kalau kentang diolah seperti crispy ala restoran cepat saji, mungkin anak-anak lebih tertarik. Tapi kalau cuma tiga potong kecil, jelas tidak cukup dibanding seporsi nasi. Wajar kalau orang tua kecewa,” tegasnya.

Ia meminta agar kepala SPPG lebih serius mengawasi produksi makanan. “Saya sampaikan, jangan sampai porsinya kurang, apalagi kalau sampai basi. Makanan MBG harus enak, bergizi, dan porsinya cukup. Itu harapan kita,” ujarnya.

Hendri juga menegaskan Disdik Batam tetap akan melakukan pemantauan dan koordinasi agar program ini berjalan baik. “Kita ingin anak-anak benar-benar mendapatkan makanan yang enak, bergizi, menarik, dan cukup porsinya. Jangan sampai ada lagi keluhan seperti ini,” pungkas Hendri.

Kepala SPPG Pandawa Batuaji, Ramadhan, mengakui menu kentang itu hanya uji coba yang hasilnya tidak sesuai rencana. Ia menyebutkan, pada malam sebelumnya tim dapur sudah menyiapkan kentang sebagai pengganti nasi. Namun, saat dicek pagi hari, hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

“Awalnya kami prediksi harusnya bagus. Tapi saat pagi dicek, hasil masak malam itu tidak sesuai harapan. Kami tidak mungkin lagi masak dadakan untuk ribuan porsi, jadi tetap dipasang kentang itu,” ujarnya.

Ramadhan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi agar porsi kentang dibanyakkan. Namun karena relawan dapur bekerja terburu-buru untuk mengejar target, porsi justru makin berkurang.

“Di jam pagi kami harus menangani 2.800 siswa. Relawan terburu-buru, makin siang porsinya makin sedikit. Jadi memang ada kelalaian dari sisi kami. Rencana awalnya sekadar tes food mengganti nasi dengan kentang, tapi karena hasilnya di luar ekspektasi, justru menimbulkan keluhan,” jelasnya.

Ramadhan mengakui kekurangan tersebut dan berjanji melakukan evaluasi. “Kami akan lebih teliti lagi. Ke depan tidak boleh ada porsi yang kurang atau tidak sesuai standar,” katanya.

Kapikcam MBG Batuaji, Chantika Afrilia, menilai masalah utama menu kentang itu bukan hanya pada variasi, melainkan takaran gramasi yang salah.

“Kalau anak-anak minimal 100 gram kentang per porsi, sekitar tujuh potong. Untuk orang dewasa 150–200 gram. Yang kemarin porsinya di bawah standar, jadi wajar kalau orang tua menilai tidak layak,” jelasnya.

Menurut Chantika, SPPG di Batuaji memang baru berjalan, sehingga masih ada kekeliruan dalam menghitung gramasi. “Dari sisi pengolahan sebenarnya sudah benar, hanya perhitungan gramasi yang salah. Jadi lebih ke porsi yang tidak sesuai,” tambahnya.

Ia menegaskan, minggu ini pihaknya akan mengumpulkan seluruh dapur MBG di Batuaji untuk diberikan edukasi ulang tentang standar gramasi. “Kami akan tegaskan lagi, nasi, mie, maupun kentang harus sesuai takaran. Kami juga akan memperketat pengawasan dapur agar tidak ada makanan basi dan porsinya benar-benar cukup,” tegas Chantika. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update