
batampos— Penertiban papan reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung terus berlanjut. Jumat (3/10), tim gabungan Satpol PP kembali menumbangkan sejumlah papan reklame di ruas Jalan Marina City. Namun, proses penertiban sempat diwarnai insiden menegangkan ketika mobil crane yang digunakan bersentuhan dengan kabel listrik.
Insiden itu terjadi saat petugas tengah mencabut salah satu papan reklame berukuran besar. Posisi crane yang terlalu dekat membuat ujung alat berat menyentuh kabel listrik. Seketika terdengar suara korsleting, disertai percikan api dan asap yang mengepul. Situasi tersebut membuat petugas dan warga sekitar panik.
Beberapa petugas yang berada di dekat lokasi segera menjauh, khawatir terjadi sengatan arus lebih besar. Bahkan, sengatan listrik sempat merambat hingga ke badan mobil crane yang digunakan. Meski demikian, berkat kesigapan tim, crane berhasil segera dijauhkan dari kabel listrik sehingga tidak menimbulkan kebakaran maupun korban.
BACA JUGA:Â Papan Reklame Mulai Dibongkar di Batuaji dan Sagulung, Warga Lega
Indra, warga yang berada di lokasi kejadian, mengaku sempat khawatir sambaran listrik akan merambat lebih luas. “Saya takut apinya menyambar dan membakar mobil crane, apalagi lalu lintas di sini padat sekali. Untung petugas cepat mengatasinya,” ujarnya.
Meski diwarnai insiden tersebut, penertiban tetap berlanjut dengan pengawasan ketat. Sejumlah papan reklame di sepanjang ruas Jalan Marina City berhasil ditumbangkan. Material reklame kemudian dipindahkan ke lokasi yang sudah disiapkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, sebelumnya menegaskan bahwa penertiban reklame di Batuaji dan Sagulung menjadi agenda lanjutan setelah Batam Center, Lubuk Baja, dan Sekupang. Tujuannya, selain menjaga estetika kota, juga memastikan keselamatan warga.
Sejumlah papan reklame di kawasan Batuaji dan Sagulung memang sudah lama dikeluhkan masyarakat. Banyak di antaranya kropos, miring, hingga rawan tumbang, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Kondisi itu dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.
Masyarakat pun mengapresiasi langkah tegas Pemko Batam. Meski sempat terjadi insiden, warga berharap penertiban terus berjalan hingga semua reklame tak layak di kawasan Batuaji dan Sagulung benar-benar ditertibkan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



