Rabu, 14 Januari 2026

Harga Cabai di Batam Tembus Rp100 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga saat membeli cabai merah di Pasar Summerland, Batubesar. Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos – Harga cabai di pasaran Batam terus melambung hingga menembus Rp110 ribu per kilogram. Kondisi itu membuat sejumlah pihak, terutama ibu rumah tangga di Batam panik.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam menyebutkan, tingginya harga cabai dipicu mahalnya harga dari daerah penghasil di luar Kepri serta terbatasnya pasokan yang masuk ke Batam.

Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai bukan semata terjadi di Batam. Daerah penghasil utama seperti Jawa, Sumatera Barat, hingga Aceh pun saat ini tengah mengalami lonjakan harga.

“Di Jakarta, Padang saja, yang merupakan daerah penghasil, harga cabai sudah Rp75 ribu per kilogram. Jadi wajar kalau sampai di Batam bisa di atas Rp100 ribu karena harus dikirim lewat kapal dan pesawat,” ujarnya, Rabu (22/10).

Baca Juga: Ayah Cabuli Anak Kandung, LPA Batam Minta Pelaku Dihukum Maksimal dan Dikebiri

Menurutnya, biaya transportasi dan logistik menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga cabai di Batam melonjak tinggi. Selain itu, hasil panen di sejumlah daerah penghasil juga menurun karena tanaman cabai banyak terserang penyakit.

“Banyak petani yang mencabut tanaman karena rusak atau gagal panen, sehingga pasokan dari daerah penghasil pun terbatas,” jelasnya.

Untuk menekan harga dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, Pemko Batam menyiapkan dua strategi utama. Pertama, mendorong peningkatan produksi cabai lokal.

“Kami sudah menanam cabai di beberapa lokasi. Saat ini belum panen, tapi sebagian lahan diperkirakan mulai panen November mendatang,” ujar Mardanis.

Kedua, Pemko Batam menjalin kerja sama antar daerah, khususnya dengan wilayah di Sumatera, agar pasokan cabai bisa lebih stabil.

“Kami ingin ada sinergi dengan daerah penghasil, supaya harga tidak melonjak terlalu tinggi di pasaran,” tambahnya.

Baca Juga: Warga mulai Mengeluh, Harga Cabai Merah Masih ‘Selangit’

Mardanis menuturkan, saat ini Batam baru memiliki sekitar 15 hektare lahan cabai yang dikelola petani binaan DKPP. Dari luas tersebut, diperkirakan hasil panen bisa mencapai setengah ton per hari.

“Idealnya Batam memiliki sekitar 50 hektare lahan cabai untuk memenuhi kebutuhan harian sekitar 15 ton. Jadi memang masih jauh dari cukup,” ujarnya.

Sebagai bagian dari program ketahanan pangan, DKPP juga melibatkan ribuan ibu rumah tangga dalam gerakan menanam cabai di pekarangan. “Kami sudah melatih sekitar 3.000 ibu-ibu untuk menanam cabai sendiri di rumah. Harapannya, ini bisa membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah,” kata Mardanis.

Ia berharap masyarakat tetap tenang menghadapi fluktuasi harga cabai. Pemerintah, katanya, terus berupaya menjaga ketersediaan pangan dan menekan harga melalui berbagai langkah strategis.

“Kondisi ini bersifat sementara. Mudah-mudahan begitu cabai lokal panen, harga bisa turun,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Update