
batampos – Sebuah insiden pelayaran kembali mengguncang perairan internasional dekat Singapura, Senin (10/11), ketika kapal penumpang MV Horizon 9 bertabrakan dengan kapal tanker kimia LA Digue. Meski sempat menimbulkan kepanikan, seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, M. Takwim Masuku, menegaskan keselamatan manusia menjadi prioritas utama sejak laporan pertama diterima pada pukul 18.30 WIB.
“Kami langsung melakukan koordinasi lintas negara untuk memastikan seluruh penumpang dan kru dalam kondisi aman,” ujar Takwim kepada, Selasa (11/11).
Kapal MV Horizon 9 berbendera Singapura itu bertolak dari Terminal Penumpang Internasional Harbour Bay, Batam, pukul 15.30 WIB dengan membawa 165 penumpang dan 7 kru. Dalam perjalanan menuju Singapura, kapal tersebut bertabrakan dengan LA Digue, kapal tanker kimia berbendera Marshall Island.
Meski LA Digue mengangkut muatan bahan kimia berisiko tinggi, laporan awal memastikan tidak terjadi kebocoran maupun tumpahan bahan berbahaya. Situasi cepat terkendali berkat koordinasi antara KSOP Batam, Horizon Ferries PTE. LTD, dan Otoritas Maritim dan Pelabuhan (MPA) Singapura.
Seluruh penumpang dari kedua kapal berhasil dievakuasi dengan aman ke Pelabuhan HarbourFront, Singapura. “Proses evakuasi berjalan cepat dan terkoordinasi baik. Kami memastikan tidak ada korban jiwa,” tegas Takwim.
Dari hasil pemeriksaan awal, MV Horizon 9 mengalami kerusakan pada haluan kapal, sementara kondisi kapal tanker masih dalam penilaian otoritas Singapura. KSOP Khusus Batam menyebutkan telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak operator kapal untuk memastikan tindak lanjut investigasi.
“Prioritas kami adalah keselamatan manusia dan memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai standar internasional,” kata Takwim.
Menurut informasi yang dihimpun, sebagian besar penumpang merupakan warga Singapura dan Malaysia yang baru kembali dari akhir pekan di Batam. Beberapa di antaranya sempat mengalami syok ringan, namun telah mendapat perawatan di pelabuhan tujuan.
Hingga Selasa sore, tim investigasi gabungan dari MPA Singapura dan otoritas maritim Indonesia masih menelusuri penyebab pasti tabrakan. Dugaan awal mengarah pada gangguan navigasi akibat cuaca berkabut dan jarak pandang terbatas di jalur pelayaran padat tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran di jalur internasional Batam–Singapura yang setiap harinya dilintasi ratusan kapal penumpang dan kargo. KSOP Batam memastikan akan memperkuat sistem pelaporan dan komunikasi lintas batas agar kejadian serupa tidak terulang. (*)
Reporter: Aziz Maulana



