Sabtu, 17 Januari 2026

Tongkang Tua Tanpa Awak Hanyut di Nongsa, Warga Khawatir Tabrak Rumah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tongkang tua tanpa awak hanyut di perairan Pulau Raja Nongsa Batam.
Tongkang tua tanpa awak terlihat hanyut mendekati permukiman nelayan di Pulau Raja, Kecamatan Nongsa, Batam. F. kiriman warga untuk Batam Pos

batampos – Warga pesisir Pulau Raja, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, dibuat resah oleh kemunculan tongkang tua tanpa awak yang hanyut dan perlahan mendekati deretan rumah panggung nelayan, Sabtu (10/1) pagi.

Tongkang bernomor KPS 1203 SC 4691 itu pertama kali terlihat sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi kosong tanpa muatan maupun awak kapal. Keberadaannya memicu kekhawatiran warga karena kapal besar tersebut tidak terkendali dan berpotensi menabrak permukiman.

Salah seorang nelayan setempat, Bidin, mengatakan tongkang itu terlihat saat ia hendak melaut. Puluhan warga sempat berkumpul memantau pergerakan kapal yang hanyut mengikuti arus.

Baca Juga: Penggundulan Hutan Lindung dan Reklamasi Laut, Alarm Bahaya Untuk Air Bersih Batam

“Baru kali ini saya melihat tongkang tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Kami khawatir kalau sampai menabrak rumah nelayan karena tidak ada yang mengendalikan,” ujar Bidin kepada Batam Pos.

Ia menjelaskan, meski wilayah perairan tersebut kerap dilintasi tongkang, jalur pelayaran normal berada lebih ke tengah laut. Masuknya tongkang hingga mendekati Pulau Raja dinilai sudah keluar dari jalur.

“Kalau sudah masuk ke sini, itu bukan jalurnya lagi. Rumah warga di sini semuanya rumah kayu di pinggir laut. Sangat berbahaya kalau sampai kandas atau menghantam rumah,” katanya.

Bidin menduga tongkang itu terbawa arus laut dan angin utara yang sedang bertiup cukup kencang. Berdasarkan arah pergerakannya, kapal diperkirakan datang dari Kabil.

“Dilihat dari arah angin dan posisinya, kemungkinan besar tongkang ini datang dari arah Kabil,” jelasnya.

Baca Juga: Honda School’er Scoopy Kalcer Jadi Wadah Kreativitas Pelajar Batam

Hingga saat ini, warga belum mengetahui pemilik tongkang maupun tujuan awal kapal sebelum hanyut. Kondisi kapal yang sudah tua menambah kekhawatiran karena berpotensi mengganggu daerah tangkapan ikan serta membahayakan keselamatan warga pesisir.

“Itu tongkang tua. Dipakai untuk apa kami juga tidak tahu. Tiba-tiba saja sudah ada di sini,” tambah Bidin.

Warga mengaku telah berkoordinasi dengan Syahbandar Kabil untuk meminta penanganan. Namun, hingga Sabtu pagi, pihak syahbandar menyatakan belum menerima laporan adanya tongkang yang lepas atau hanyut.

“Kami sudah konfirmasi ke Syahbandar Kabil. Mereka bilang belum ada laporan tongkang yang lepas, tapi masih mencoba menghubungi pemilik kapal,” tutupnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update