Rabu, 21 Januari 2026

Eks Pekerja Bongkar Ritual Gelap Agency LC Wilson Cs: Ritual Darah hingga Mandi Kembang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wilson dan Anik saat proses rekonstruksi di Perumahan Jodoh Permai, Batuampar, Kamis (15/1) lalu. F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos — Di tengah proses rekonstruksi pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini (25), fakta baru mencuat ke publik. Sejumlah mantan pekerja dan saksi mengungkap dugaan adanya ritual-ritual aneh yang dilakukan di bawah manajemen agency LC yang dioperasikan Wilson dan rekan-rekannya.

Pengakuan tersebut disampaikan saat para saksi menyaksikan langsung rekonstruksi di rumah lokasi kejadian di Perumahan Jodoh Permai, Kecamatan Batuampar, Kamis (15/1) lalu.

Salah satu pengakuan datang dari RD (22), mantan pekerja di MK Manajemen. Ia mengaku hanya bertahan bekerja sekitar satu bulan sebelum memilih kabur karena tidak tahan dengan suasana kerja dan perlakuan pimpinan. Menurut RD, setiap calon pekerja LC diwajibkan mengikuti ritual yang dinilainya tidak masuk akal dan merendahkan martabat manusia.

Baca Juga: Adegan ke-36 hingga 97 Ungkap Brutalnya Penyiksaan Dwi Putri oleh Wilson Cs

“Ritual aneh memang ada. Pakai darah dari sayatan tangan, dicekoki obat dan minuman, sampai mandi kembang. Itu keharusan buat calon LC,” ungkap RD.

Ia menjelaskan, ritual tersebut dilakukan sebelum seseorang benar-benar ditempatkan bekerja di tempat hiburan malam. Meski dirinya tidak melamar sebagai LC, melainkan sebagai pengawal, RD mengaku menyaksikan langsung praktik tersebut di rumah manajemen.

“Saya bukan LC, saya pengawal. Tapi semua itu saya lihat sendiri. Banyak hal aneh di sana, termasuk cara memperlakukan orang yang tidak manusiawi,” ujarnya.

RD juga menggambarkan sosok Wilson sebagai pribadi yang arogan dan kerap melakukan kekerasan fisik terhadap pekerja. “Kalau soal gaji sebenarnya tidak masalah. Tapi arogannya itu yang bikin tidak tahan. Salah sedikit bisa langsung ditonjok,” katanya.

Ia mengaku hanya mampu bertahan sekitar satu bulan. Untuk bisa keluar, RD terpaksa meminta ibunya menghubungi pihak manajemen dengan alasan sakit. “Saya minta mama telepon bilang mama sakit supaya saya bisa pulang. Setelah itu saya kabur dan tidak kembali lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Sampah Liar Marak di Batam Kota, Warga Keluhkan Bau dan Minta TPS

Kesaksian serupa disampaikan seorang perempuan yang kini berada dalam pendampingan tim kuasa hukum Hotman Paris 911. Perempuan tersebut menyatakan ritual aneh itu menjadi kewajiban bagi calon LC, terutama bagi mereka yang dianggap melawan atau belum patuh.

“Entah apa efeknya apa, saya juga tidak tahu. Tapi itu ritual yang memang harus dijalani anak baru,” katanya.

Menurut saksi tersebut, terdapat belasan LC yang berada di bawah manajemen Wilson cs. Sejumlah di antaranya kini menjadi saksi kunci dalam kasus kematian Dwi Putri Aprilian Dini. Kesaksian mereka dinilai penting untuk membuka praktik internal agency yang selama ini tertutup.

RD dan para saksi berharap pengungkapan fakta-fakta ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Mereka menilai perbuatan para pelaku tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan.

Baca Juga: ASDP Batam Tegaskan Ferizy Sudah Batasi Kuota Tiket per Jam

“Perbuatan mereka ke korban itu tidak manusiawi. Hukuman harus berat,” tegas RD.

Senada, kuasa hukum korban dari Hotman Paris 911, Maya Rumanti, menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas. Ia berharap seluruh fakta, termasuk dugaan ritual dan praktik kekerasan di dalam manajemen agency, dapat terungkap di persidangan.

“Kami ingin para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya,” ujarnya. (*)

Update