Senin, 26 Januari 2026

Jalur Mukakuning–Tembesi Macet dan Rawan Kecelakaan, Masyarakat Desak Pelebaran Jalan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Pengendara melintas di jalan yang berada di turunan dekat Bukit Daeng arah Batuaji, Minggu (31/3). F. Dok Batam Pos

batampos – Ruas Jalan Letjend Suprapto yang menghubungkan kawasan Mukakuning–Tembesi kembali menjadi sorotan. Jalan tersebut kerap mengalami kemacetan parah, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, serta dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.

Kondisi ini diperparah dengan karakter jalan yang masih satu jalur, sempit, dan memiliki kontur turunan miring di kawasan Bukit Daeng. Situasi tersebut dinilai membahayakan pengendara, khususnya saat volume kendaraan meningkat.

“Setiap pagi dan sore pasti macet. Jalannya masih satu jalur, sementara kendaraan terus bertambah,” ujar Dedi, warga Batuaji, Jumat (23/1).

Baca Juga: Penertiban Papan Reklame di Batuaji dan Sagulung Menunggu Jadwal

Menurut Dedi, selain sempit, kondisi badan jalan juga bergelombang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Ia menilai pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

“Kendaraan yang melintas banyak, jalannya sempit, dan tidak rata. Ini sangat rawan kecelakaan,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan pelebaran jalan secara menyeluruh, tidak hanya pada titik tertentu. Mulai dari kawasan Batuaji, Mukakuning, hingga Simpang Tembesi.

“Pelebaran jangan setengah-setengah. Seharusnya merata sampai ke Simpang Tembesi,” ungkapnya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Keluhan serupa disampaikan Ranggi, seorang pekerja di kawasan Mukakuning. Ia mengatakan jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan industri, pemukiman, serta jalur logistik menuju wilayah hinterland.

“Kalau tidak segera diperbaiki, kemacetan akan terus terjadi. Aktivitas terganggu dan kecelakaan juga sering terjadi,” tutupnya. (*)

Update