Selasa, 27 Januari 2026

Sempat Diduga Oplosan, Ini Hasil Uji Lab Beras di Gudang Batumerah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Satgas pangan saat melakukan penggerebekan di salah satu gudang beras di Sengkuang. f. ist

batampos – Dugaan peredaran beras oplosan di salah satu gudang beras di kawasan Batumerah, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, akhirnya terjawab. Hasil uji laboratorium yang dilakukan aparat kepolisian memastikan beras yang didistribusikan gudang tersebut merupakan beras premium dan tidak terbukti oplosan.

Kasubdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepri, AKBP Paksi Syahputra, mengatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel beras yang dikirim sekitar dua bulan lalu telah keluar pada Jumat, pekan lalu.

“Hasil uji lab sudah keluar. Kesimpulannya, beras yang diproduksi dan didistribusikan dari gudang tersebut terbukti beras premium dan bukan oplosan,” ujar Paksi Senin (26/1).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, tidak ditemukan adanya campuran antara beras premium dan beras medium sebagaimana dugaan yang sempat beredar sebelumnya.

Baca Juga: Rem Blong, Lori Crane Tabrak Rumah di Sekupang

“Dari hasil uji tersebut, beras yang diperiksa tidak mengandung campuran. Artinya, kualitasnya sesuai dengan standar beras premium,” jelasnya.

Dengan keluarnya hasil tersebut, Ditkrimsus Polda Kepri memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak gudang. Karena itu, kepolisian tidak memberikan sanksi apa pun terhadap perusahaan tersebut.

“Tidak ada sanksi karena memang mereka memproduksi dan mendistribusikan beras sesuai dengan kondisi dan standar beras premium,” tegas Paksi.

Ia menambahkan, hasil uji laboratorium ini sekaligus menutup rangkaian penyelidikan terkait dugaan beras oplosan yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menyatakan hasil uji laboratorium atas dugaan beras oplosan dari gudang beras di Batumerah belum keluar dan diperkirakan rampung sebelum akhir Januari. Keterlambatan itu disebabkan antrean panjang di laboratorium pengujian.

Baca Juga: Pendidikan, Infrastruktur Penghubung dan Listrik jadi Prioritas Pembangunan di Bulang

Kasus ini bermula dari inspeksi mendadak (sidak) Satgas Pangan di salah satu gudang beras di kawasan Batumerah pada Rabu (26/11) malam. Sidak tersebut melibatkan Bulog Batam, Dinas Ketahanan Pangan, Bea Cukai, serta Satpolresta Barelang.

Dalam sidak itu, petugas mengambil sampel dari sembilan merek beras dan memeriksa dokumen perusahaan, mulai dari izin edar, sertifikat halal, hingga invoice pembelian. Dugaan beras oplosan mencuat setelah ditemukan indikasi beras medium diduga dicampur dan dijual sebagai beras premium. (*)

ReporterYashinta

Update